Bahaya Bencana Nuklir, PBB Serukan Demiliterisasi di PLTN Zaporizhzhia

VIVA Militer: Ledakan akibat serangan rudal Rusia di Zaporizhzhia, Ukraina
VIVA Militer: Ledakan akibat serangan rudal Rusia di Zaporizhzhia, Ukraina
Sumber :
  • marca.com

VIVA Dunia – Kepala pengawas nuklir PBB memperingatkan dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan, pada Kamis 11 Agustus 2022, tentang krisis yang terjadi di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina. Moskow dan Kiev saling serang di dekat fasilitas itu memicu kekhawatiran potensi bencana nuklir. 

"Ini adalah waktu yang serius, jam terakhir," Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional, mengatakan kepada Dewan Keamanan, menambahkan bahwa IAEA harus segera diizinkan untuk melakukan misi ke Zaporizhzhia dilansir dari CNA.

Dewan Keamanan PBB bertemu pada hari Kamis untuk membahas situasi tersebut. Sekretaris Jenderal, Antonio Guterres, mengusulkan zona demiliterisasi di lokasi tersebut di tengah kekhawatiran akan terjadinya bencana.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina, 12 Juni 2008

Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina, 12 Juni 2008

Photo :
  • ANTARA/Reuters/Stringer/as

Dia meminta kedua belah pihak untuk menghentikan semua pertempuran di dekat pabrik. "Fasilitas itu tidak boleh digunakan sebagai bagian dari operasi militer apa pun. Sebaliknya, kesepakatan mendesak diperlukan di tingkat teknis tentang batas demiliterisasi yang aman untuk memastikan keamanan daerah itu," kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

Penarikan penuh Rusia

Di Kiev, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menuduh Moskow melakukan "pemerasan nuklir." Dia juga mendesak masyarakat internasional "untuk segera bereaksi untuk mengusir penjajah dari Zaporizhzhia".