AS Masih Catat Ratusan Kematian Akibat COVID-19 Setiap Hari

Fasilitas COVID-19 di Brooklyn's Wyckoff Heights Medical Center, Amerika Serikat
Fasilitas COVID-19 di Brooklyn's Wyckoff Heights Medical Center, Amerika Serikat
Sumber :
  • Time.com

VIVA – Terlepas dari sejumlah kemajuan positif, kematian akibat COVID-19 masih tercatat sangat tinggi di Amerika Serikat, di mana hampir 400 kematian dilaporkan setiap hari, demikian dilaporkan ABC News, Rabu 10 Agustus 2022.

Angka kematian harian belum menunjukkan penurunan yang signifikan sejak musim semi, kata
media AS itu. Selama tujuh hari terakhir saja, AS melaporkan angka kematian akibat COVID-19 yang nyaris mencapai 2.700.

Sejak awal 2022, hampir 205.000 warga AS meninggal akibat COVID-19, sebut laporan itu, mengutip data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Petugas kesehatan melakukan latihan untuk administrasi vaksin COVID-19  di Universitas Kesehatan Indiana di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, Jumat (11/12/2020).

Petugas kesehatan melakukan latihan untuk administrasi vaksin COVID-19 di Universitas Kesehatan Indiana di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, Jumat (11/12/2020).

Photo :
  • (ANTARA/REUTERS/BRYAN WOOLSTON)

"Lonjakan virus terbaru sebagian besar disebabkan oleh varian yang sangat menular, yang terus menginfeksi dan menginfeksi kembali warga AS. Sudah lebih dari delapan bulan sejak varian Omicron asli muncul, dan meskipun galur asli tersebut tidak lagi merebak di AS, subvariannya terus menyebar," kata laporan itu.

BA.5, subvarian Omicron, saat ini diperkirakan menyumbang lebih dari 87 persen kasus baru COVID-19 di AS, menurut laporan itu. Disebutkan pula bahwa Omicron dan subvariannya lebih "pandai" dalam mengurangi kemanjuran vaksin, yang memicu para pakar kesehatan untuk kembali menyerukan agar warga AS menjalani vaksinasi dan mendapatkan dosis penguat (booster).

Pekan lalu, pakar penyakit menular terkemuka pemerintah AS, Anthony Fauci, memperingatkan bahwa warga AS yang belum melengkapi vaksinasi COVID-19 mereka berpotensi menghadapi "masalah" pada musim gugur ini, dengan kekebalan yang berkurang seiring waktu, imbuh laporan itu. (Ant/Antara)