Rusia Hantam Sistem Roket HIMARS yang Selama Ini Pecundangi Senjatanya

Sistem roket HIMARS saat diujicobakan di Yakima Training Center
Sistem roket HIMARS saat diujicobakan di Yakima Training Center
Sumber :
  • AP Photo/The News Tribune, Peter Haley

VIVA Dunia – Rusia mengatakan telah menghancurkan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dalam serangan untuk menumpas senjata yang telah dipasok Amerika Serikat (AS) ke Ukraina.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Letnan Jenderal Igor Konashenkov mengatakan bahwa pasukan negaranya telah berhasil menyerang sistem peluncuran multiroket. Diketahui dengan senjata multiroket itu akan memungkinkan Ukraina untuk menargetkan pusat komando dan gudang amunisi Rusia.

"Di sekitar Kramatorsk di Republik Rakyat Donetsk (DPR) sebuah peluncur HIMARS dan gudang amunisinya hancur," kata Konashenkov dikutip dari Newsweek, Senin, 15 Agustus 2022.

Peluncur roket HIMARS

Peluncur roket HIMARS

Photo :
  • http://www.armybase.us

Dia mengatakan bahwa serangan oleh penerbang taktis operasional dan militer, pasukan rudal dan artileri terhadap fasilitas militer di wilayah Ukraina terus berlanjut.

Pasukan Rusia juga telah menghancurkan dua helikopter Ukraina yakni Mi-24 di helipad di daerah Domanevka di wilayah Mykolaiv. 

"Empat posko senjata, militer dan alutsista di 143 kecamatan juga terkena," tambahnya.

Moskow telah membuat sejumlah klaim yang memang belum diverifikasi dalam beberapa pekan terakhir bahwa pihaknya telah berhasil menargetkan rudal canggih AS HIMARS yang dipasok AS ke pasukan Ukraina.

Pasukan militer Rusia saat berada di Volgograd, Rusia

Pasukan militer Rusia saat berada di Volgograd, Rusia

Photo :
  • AP Photo/Alexandr Kulikov

Juga pada hari Sabtu, 13 Agustus 2022, pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Darchiev mengulangi pernyataan bahwa militer Ukraina menggunakan HIMARS untuk melakukan serangan menggunakan intelijen AS. Namun tuduhan itu dibantah Washington.

Rusia berulang kali mengkritik pasokan senjata AS ke Kiev. Darchiev mengatakan kepada kantor berita Rusia Tass bahwa Washington semakin menjadi pihak provokator dalam konflik tersebut.

Namun seperti dilaporkan sebelumnya, pensiunan Korps Marinir AS Kolonel Mark Cancian mengatakan bahwa amunisi yang diberikan AS kepada Ukraina untuk sistem tersebut baru akan habis dalam tiga atau empat bulan ke depan.

Dia memperkirakan bahwa AS telah memberi Ukraina sekitar 10.000 rudal HIMARS dan serangan Rusia bisa menyebabkan persediaan menipis.

"Saya pikir akan ada serangkaian diskusi di dalam Pentagon," kata Cancian.

Sistem HIMARS yang dikenal sebagai Guided Multiple Launch Rocket Systems (GMLRS) diketahui memiliki jangkauan lebih dari 50 mil. HIMARS juga bisa meluncurkan senjatanya dan bergerak cepat sebelum pasukan musuh menemukan lokasi peluncurannya. Rudal HIMARS belakangan amat diandalkan karena membantu pasukan Ukraina mencapai target signifikan Rusia.