Australia Serukan Referendum Ingin Keluar dari Persemakmuran Inggris

Gladir resik prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II di London, Inggris
Sumber :
  • AP Photo/Felipe Dana)

VIVA Dunia – Republikan Australia menyeerukan referendum. Refendum yang diajukan oleh rakyat Australia diminta jadi sikap pemerintah untuk keluar dari Persemakmuran Inggris dan menggantinya dengan kepala negara.

img_title Pernah Ingin Bela Australia, Mathew Baker Kini Mantap Pilih Timnas Indonesia

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang baru ingin memulai kembali pembicaraan nasional untuk menjadi sebuah Republik telah mengesampingkan referendum dan mengalihkan fokusnya untuk memberikan penghormatan lebih dulu pada Ratu Elizabeth II.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir dari The Australian (The OZ), Selasa, 13 September 2022, meski demikian, Albanese tetap menyatakan suara rakyat ke parlemen adalah hal yang utama.

img_title Mengenal Ghost Shark, Persenjataan Baru Bawah Air Australia

Ratu Elizabeth II/Ratu Inggris. Ketua Persemakmuran Britania Raya

Photo :
  • Instagram @kensingtonroyal

Anggota parlemen Partai Buruh Matt Thistlethwaite yang merupakan asisten menteri untuk Republik sebelum pemilihan mengatakan kepada The OZ bahwa pemerintah berkomitmen untuk berdiskusi dengan publik mengenai kepala negara Australia.

img_title Tolak Panggilan Australia, Mathew Baker Ungkap Kebanggaan Membela Timnas Indonesia

Namun dia memperingatkan bahwa memasukkan suara rakyat ke parlemen dalam konstitusi akan menjadi prioritas yang lebih besar selama masa jabatan pertama (3 tahun) PM Albanese.

"Prioritasnya adalah suara untuk parlemen dan pengakuan masyarakat adat dan itulah yang akan kami kerjakan pada prinsipnya, tetapi Partai Buruh berkomitmen untuk pada tahap tertentu mengadakan diskusi dengan publik Australia tentang bergerak menuju memiliki kepala negara Australia," katanya.

Presiden Joko Widoso dan PM Australia Anthony Albanese bersepeda.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Anwar Sadat

Saat Ratu Elizabeth II menginjak usia ke-75 tahun di atas takhta, orang Australia mulai mempertanyakan apakah mereka masih membutuhkan para bangsawan.

Thistlethwaite juga mengatakan bahwa pemerintah memfasilitasi diskusi semacam itu yang sudah menjadi bagian dari platform Partai Buruh. Namun pemerintah sekarang masih perlu mempertimbangkan apakah mereka menggunakan referendum atau plebisit untuk memutuskan mempertahankan raja Inggris sebagai kepala negara mereka.

"Kami berkomitmen untuk melakukan itu setelah kami berurusan dengan suara ke parlemen dan akan melibatkan diskusi dengan orang-orang Australia mengenai pandangan mereka tentang memiliki republik, model penunjukan (kepala negara) yang seperti apa yang ingin dilihat orang Australia dan bagaimana kami akan melakukannya. Perlu waktu untuk memutuskan mengubah konstitusi kita," ujar Thistlethwaite.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ratu Elizabeth II meninggal dunia

Photo :

Prioritasnya adalah suara ke parlemen tapi hal itu tidak melarang diskusi tentang kepala negara Australia di masa depan dan Thistlethwaite menilai, saat Ratu mencapai senja pemerintahannya maka secara alami diskusi soal apakah Australia masih ingin bersama Inggris atau tidak makin relevan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut