4 Wilayah Ukraina Dikontrol Rusia Lakukan Referendum Hari Ini

Tank melintas di jalan Luhansk dan tampak poster referendum dipasang
Sumber :
  • AP Photo

VIVA Dunia – Empat wilayah Ukraina yang diduduki Rusia akan mengadakan referendum untuk bergabung dengan Federasi Rusia Raya. Tokoh-tokoh pro-Rusia mengumumkan bahwa referendum terjadi mulai Jumat, 23 September 2022 di Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Voting itu akan diadakan hingga Selasa, 27 September 2022 mendatang.

img_title Seorang WNI Jadi Tentara Rusia Tewas Bertempur di Ukraina, Kemlu: KBRI Moskow sedang Melakukan Pendalaman

Moskow bertaruh bahwa pencaplokan formal akan membantu menghentikan kerugian teritorial Rusia setelah serangan balasan Ukraina yang berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah Kharkiv.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi Ukraina dan Barat telah mengindikasikan bahwa mereka tidak akan mengakui aneksasi. Klaim teritorial baru Rusia tidak akan memperlambat Ukraina untuk merebut kembali tanah kedaulatannya.

img_title China dan Rusia Kompak Ucapkan Selamat atas Kemenangan Lula da Silva di Pilpres Brasil

Kegiatan tentara militer Ukraina usai rebut kembali Kupinski di wilayah Kharkiv

Photo :
  • AP Photo/Kostiantyn Liberov

“Referensi ini merupakan penghinaan terhadap prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas teritorial yang menopang sistem internasional,” kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, dikutip dari The Guardian, Jumat, 23 September 2022.

img_title Putin Bantah Tuduhan Rusia di Balik Sejumlah Demo di Negara Eropa

“Jika ini benar-benar terjadi, Amerika Serikat tidak akan pernah mengakui klaim Rusia atas bagian Ukraina yang konon dianeksasi.”

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan bahwa Rusia, kepemimpinan politiknya dan semua yang terlibat dalam referendum ini. Hal itu dianggap pelanggaran hukum internasional lainnya di Ukraina akan dimintai pertanggungjawaban, dan tindakan pembatasan tambahan terhadap Rusia akan dipertimbangkan.

Wilayah Donetsk dan Luhansk yang diduduki telah mengatakan bahwa mereka siap untuk mengadakan pemungutan suara yang sebenarnya secara universal akan dipandang sebagai kecurangan.

Seorang prajurit Ukraina akibat serangan di Donetsk Oblast dievakuasi paramedis

Photo :
  • AP Photo/Bernat Armangue

Minggu ini, pengumuman soal referendum juga dibuat di bagian wilayah Kherson dan Zaporizhzhia. Padahal sebagian wilayah Kherson sudah direbut kembali oleh Ukraina.

Beberapa media Rusia telah melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin menyampaikan pidato nasionalnya tentang potensi aneksasi.

Ketika pasukan Ukraina mulai membuat kemajuan di wilayah Luhansk, Rusia mungkin khawatir bahwa mereka tidak dapat menang di medan perang dan mengancam potensi eskalasi. Termasuk deklarasi perang resmi atau bahkan serangan nuklir, dengan mengklaim mempertahankan wilayahnya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semua yang terjadi hari ini adalah ultimatum yang benar-benar tegas kepada Ukraina dan Barat,” tulis Tatiana Stanovaya, pakar politik Kremlin dan pendiri R.Politik.

"Entah Ukraina mundur atau akan ada perang nuklir."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut