Jerman Siap Terima Pembelot yang Kabur dari Wajib Militer Putin

Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser
Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser
Sumber :
  • AP Photo/Markus Schreiber

VIVA – Jerman siap menerima pembelot dari tentara Rusia dan penentang rezim Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Jerman (Mendagri) Nancy Faeser.

"Sebagai aturan, pembelot yang terancam oleh represi berat akan menerima perlindungan internasional di Jerman,” kata Faeser.

“Siapa pun yang dengan berani menentang rezim Putin dan dengan demikian menempatkan dirinya dalam bahaya besar dapat mengajukan permohonan suaka di Jerman karena penganiayaan politik,” tambahnya.

Polisi Imigrasi Jerman saat bertugas dan dikunjungi Mendagri Nancy Faeser

Polisi Imigrasi Jerman saat bertugas dan dikunjungi Mendagri Nancy Faeser

Photo :
  • AP Photo/Michael Sohn

Pro Asyl sebuah organisasi advokasi imigran Jerman membuat pernyataan serupa. Organisasi itu menyerukan semua negara Uni Eropa untuk memberikan suaka kepada warga Rusia yang mencoba melarikan diri dari mobilisasi paksa.

Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa para penentang dan pembelot yang berhati nurani dari perang Ukraina diberikan perlindungan dan suaka yang tidak rumit, bunyi surat pernyataan itu.

Siaran pers yang diterbitkan oleh Pro Asyl juga mencatat bahwa penolakan berdasarkan hati nurani adalah hak asasi manusia yang ditegaskan oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, dan harus ditegakkan di semua negara, termasuk negara yang sedang berperang.

Polisi Rusia menangkap para demonstran menentang mobilisasi tentara cadangan.

Polisi Rusia menangkap para demonstran menentang mobilisasi tentara cadangan.

Photo :
  • AP Photo.

"Mereka yang menolak untuk melayani dengan senjata karena alasan hati nurani dan dianiaya karena itu harus dilindungi," tulisnya.

Melansir dari Meduza, Jumat, 23 Seotember 2022, inisiatif Pro Asyl didukung oleh anggota Partai Demokrat Bebas Jerman dan Partai Hijau.

Menanggapi diskusi ini, Menteri Luar Negeri Ceko Jan Lipavsky menyatakan bahwa otoritas Ceko tidak akan memberikan visa kemanusiaan kepada Rusia yang lolos dari wajib militer.

"Saya mengerti bahwa warga Rusia lari dari keputusan Putin yang semakin putus asa. Tetapi mereka yang meninggalkan negaranya karena tidak ingin memenuhi kewajibannya di sana tidak memenuhi kriteria visa kemanusiaan,” kata Lipavsky.