PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob Bubarkan Parlemen

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob
Sumber :
  • AP Photo/Eugene Hoshiko

VIVA Dunia – Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob di Putrajaya, Senin, mengumumkan pembubaran Parlemen untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum ke-15 (PRU15) yang harus dilaksanakan dalam waktu 60 setelah pembubaran tersebut dilakukan.

img_title Terungkap! KPK Duga Tenaga Ahli Kepala BNPB Manfaatkan Statusnya untuk Dekati Vendor

Pengumuman pembubaran Parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Malaysia pada Senin, 10 Oktober 2022 tersebut ia lakukan secara live melalui beberapa stasiun televisi nasional dan akun Facebook resminya, pada pukul 15.00 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ismail Sabri mengatakan bahwa ia telah bertemu dan mendapat persetujuan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Syah pada Minggu (9/10) siang, untuk membubarkan DPR ke-14.

img_title Kampung Ambon Memanas! Bekas Lapak Narkoba Terbakar Usai 3 Orang Ditembak dan Ditikam

Ia merekomendasikan para kepala pemerintahan negara bagian, kecuali negara bagian Sabah, Sarawak, Melaka dan Johor, untuk mengambil tindakan yang tepat untuk membubarkan dewan otoritas negara bagian mereka masing-masing, dengan dasar yang sama seperti pemilihan umum di tingkat parlemen, meskipun beberapa negara bagian telah memutuskan untuk tidak membubarkan majelis negara mereka.

Hal itu harus dilaksanakan secara simultan untuk memastikan bahwa rakyat tidak terbebani selain untuk kelancaran proses demokrasi dan untuk menghemat biaya, kata Ismail Sabri.

img_title Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Belum Pastikan Kaitannya dengan Karhutla atau Bencana Lain

Sementara itu, penetapan bakal calon dan hari pemungutan suara serta hal-hal terkait lainnya tunduk pada keputusan Suruhjaya Pilihan Raya (SPR) atau Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaysia.

“'Diundang, ditampi beras, dipilih antah satu satu' (Diundang, diseleksi, dipilih satu per satu). Dengan pengumuman ini, amanah akan dikembalikan kepada rakyat. Dan rakyat adalah penawar ampuh bagi negara untuk mewujudkan stabilitas politik dan mewujudkan pemerintahan yang kuat, stabil dan dihormati setelah PRU ke-15,” kata Ismail.

Prosesnya, kata dia, didasarkan pada sistem demokrasi parlementer dan monarki institusional sebagai jangkar pemerintahan sejak negara merdeka. Pembubaran DPR dilakukan untuk meredam suara-suara yang selama ini mengkhawatirkan pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semoga rakyat menggunakan kekuasaannya untuk memilih pemerintahan yang mampu melanjutkan pelaksanaan Anggaran Malaysia 2023 (APBN 2023), menjaga stabilitas politik, memulihkan dan memperkuat ekonomi serta menjaga kerukunan dan persatuan Keluarga Malaysia yang multi agama, ras, dan etnis, ujar dia.

"Akhir kata, dengan penuh keyakinan, harapan dan kepercayaan, saya berdoa semoga seluruh Keluarga Malaysia dan negara selalu dilimpahkan berkah. Semoga hati kita terpelihara untuk terus mendukung agenda akbar pencapaian kemakmuran dan kemajuan bagi Malaysia tercinta ini," kata Ismail Sabri setelah mengumumkan pembubaran Parlemen ke-14. (Ant/Antara)

Eks Menpora Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman

Politikus Malaysia Syed Saddiq Desak ASEAN Bertindak Tegas soal Kabut Asap Karhutla Indonesia

Politikus Malaysia, Syed Saddiq mendesak pemerintah Malaysia mengajak negara-negara ASEAN mengambil tindakan tegas terhadap Indonesia terkait kabut asap akibat Karhutla

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut