Mentalitas Perang Dingin Ancaman Terbesar Stabilitas Dunia, Kata China

Petugas medis di jalanan Kiev usai dihantam serangan Rusia
Sumber :
  • AP Photo/Roman Hrytsyna

VIVA Dunia – Meski era Perang Dingin telah berakhir lebih dari 30 tahun yang lalu, namun mentalitas Perang Dingin tersebut ternyata masih menjadi ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas dunia pada saat ini, kata Li Song, Duta Besar China untuk Urusan Perlucutan Senjata, Senin

img_title Baru Rilis! Segini Penjualan iPhone 18 Pro dalam Sepekan

Saat ini, tutur Li dalam sebuah pernyataan saat debat umum Komite Pertama Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-77, struktur keamanan global serta mekanisme kontrol senjata, perlucutan, dan nonproliferasi internasional tengah menghadapi tantangan terberat sejak berakhirnya Perang Dingin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa negara tertentu yang didorong mentalitas Perang Dingin terus-menerus berupaya memicu persaingan dan konfrontasi di antara negara-negara besar, memperkuat blok militer mereka, dan dengan sengaja memprovokasi serta memperuncing perselisihan, ungkapnya.

img_title KJMU Telat Cair, Pramono Minta Maaf dan Janji Dana Masuk Maksimal 6 November

"Kebijakan semacam itu telah secara serius merusak rasa saling percaya di antara negara-negara besar, membahayakan keseimbangan dan stabilitas strategis global, serta menghambat proses perlucutan dan kontrol senjata internasional," demikian Li. (Ant/Antara)


 

img_title Maunya Bahlil Ekspor Sumber Daya Alam RI Tak Lewat Negara Perantara: Indonesia Tidak Bisa Diatur
Ilustrasi kecerdasan buatan (AI).

Tegas, PM China Sebut AI Harus Tetap Jadi Alat bagi Manusia, Bukan Pengganti

Perdana Menteri Dewan China, Li Qiang menyebut perkembangan kecerdasan buatan (AI) harusnya jadi pembebasan manusia dan bukannya menggantikan manusia

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut