Menangi Pilpres, Lula Berjanji Satukan Kembali Brasil

Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva.
Sumber :
  • ANTARA/REUTERS/Carla Carniel/as.

VIVA Dunia – Luiz Inacio Lula da Silva berjanji untuk menyatukan kembali Brasil, setelah dia mengalahkan petahana sayap kanan Jair Bolsonaro dalam pemilihan presiden yang sengit pada Minggu 30 Oktober 2022. Menyusul pemilihan paling penting sejak kembalinya demokrasi di Brasil itu, Lula menyerukan persatuan serta berjanji untuk memerangi kelaparan dan bertindak keras melawan deforestasi di Amazon.

img_title Terungkap Aliran Uang Rp40 Juta per Pekan ke Menteri 'RAMA' yang Diduga Merujuk Menteri Imipas, Ini Respons KPK

Dengan 99,99 persen surat suara telah dihitung, Lula telah mengumpulkan 50,9 persen dengan 60.345.421 suara, menurut data dari Mahkamah Agung Pemilihan. Sementara itu, Bolsonaro memperoleh 49,1 persen atau 57.976.538 suara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kawanku, mulai 1 Januari 2023 saya akan memerintah untuk 215 juta warga Brasil, dan bukan hanya untuk mereka yang memilih saya. Tidak ada dua jenis warga Brasil. Kita adalah satu negara, satu warga, negara yang besar, " kata Lula kepada pendukungnya di Sao Paulo pada Minggu.

img_title KPK Ungkap Dugaan Korupsi Cukai Djarum, Potensi Kerugian Negara Capai Triliunan Rupiah

Setelah pemilihan presiden yang paling memecah belah dan terpolarosasi itu, Lula mengakui bahwa Brasil berada dalam situasi yang sangat sulit. Dia menegaskan sekarang adalah saatnya menjauhi kebencian. “Kita akan mencari jalan keluar agar negara ini bisa hidup kembali secara demokratis dan harmonis. Tidak ada yang tertarik untuk tinggal di negara yang terpecah, dalam keadaan perang yang abadi," ujar dia.

Hutan Amazon

Photo :
  • U-Report

img_title Fakta Tak Terduga Pembacok Bobotoh Hingga Tewas di Bogor, Pelaku Bukan Suporter Bola dan Bawa Celurit ke Mana-mana

Lula menggambarkan perang melawan kelaparan sebagai "komitmen paling mendesak" setelah tahun ini Brasil kembali masuk ke dalam Peta Kelaparan PBB setelah delapan tahun, ketika 33 juta warganya mengalami kelaparan.

"Jika kita adalah produsen makanan terbesar ketiga di dunia dan produsen protein hewani terbesar, jika kita memiliki teknologi dan lahan subur yang luas, jika kita dapat mengekspor ke seluruh dunia, kita memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa setiap warga Brasil bisa sarapan, makan siang, dan makan malam setiap hari,” kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lula, yang selama masa jabatan sebelumnya sebagai presiden pada 2003-2010 membantu mengurangi kemiskinan ekstrem melalui program kesejahteraan Bolsa Familia yang terkenal dan mendorong peluang ekonomi, berbicara tentang perlunya memperkuat kembali program sosial.

Selama masa jabatan Bolsonaro, banyak pemerhati lingkungan dan pembela masyarakat adat dan hak atas tanah mereka mencela kebijakan pemimpin sayap kanan itu. Mereka menegaskan bahwa Bolsonaro telah menghapus perlindungan lingkungan di Amazon, yang mengakibatkan kerusakan ekologis yang luas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut