Ada 563 Relawan di Kapal Kemanusiaan Gaza

Tim MER-C untuk Pelayaran ke Gaza /www.mer-c.org
Tim MER-C untuk Pelayaran ke Gaza /www.mer-c.org
Sumber :

VIVAnews - Kapal Mavi Marmara yang ditembaki helikopter Israel membawa sekitar 563 relawan dari 31 negara. Tembakan tentara Israel itu menewaskan tiga orang dan melukai 30 orang lainnya yang berada di kapal tersebut.

Partisipan terbanyak dari Turki yang  berjumlah 369 orang, sisanya sebanyak 194 orang adalah partisipan dari berbagai negara, yaitu di antaranya Inggris, Kuwait, Amerika, Algeria, Malaysia, Indonesia, Jordan, Yaman, Belgia, Spanyol, Mauritania, Macedonia, Jerman, Bahrain, Australia, Palestina, Maroko, Swedia, Kosovo, Mesir, Yunani, Irlandia, Itali, Kanada, Syria, Lebanon, Oman, Pakistan, Afrika Selatan, Israel, dan Perancis. Diperkirakan sekitar 20 anggota Parlemen dan satu archbishop juga akan mengikuti pelayaran ini.

Dalam situs Mer-C yang dikutip VIVAnews, Senin 31 Mei 2010, sejak 26 Mei 2010 disebutkan Israel telah melancarkan serangan untuk  memblokade dan menembak iringan kapal yang membawa misi “Flotilla to Gaza” (kebebasan untuk Gaza). Namun saat itu semua peserta pelayaran sepakat bahwa pelayaran akan tetap dilakukan.

Untuk itu, kapal-kapal IHH, Turki tetap melanjutkan pelayaran dari Antalya Turki menuju Laut Tengah untuk bertemu dengan kapal-kapal lainnya dari Eropa di meeting point yang telah ditentukan. Dari meeting point ini semua kapal akan berlayar bersama-sama menuju Jalur Gaza.

Keberangkatan kapal juga disemangati  Presiden IHH Turki Bulent Yildirim yang sempat memberikan orasi. Bahkan Hanin Zabi, seorang warga negara Palestina yang menjadi anggota parlemen Israel di Partai Knesset dan Uskup Agung dari Italia turut hadir untuk menyatakan dukungannya pada gerakan pelayaran masyarakat Internasional ini.

Beberapa hari sebelum kapal berangkat, Israel mulai melancarkan serangan-serangan skala kecil ke wilayah Gaza Palestina. Angkatan laut Israel juga telah bersiap menghadang konvoi kapal yang membawa bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza.

Namun semua partisipan sudah menyadari dan siap mengambil risiko terburuk bahkan kehilangan nyawa mereka sekalipun dalam menjalankan misi ini. Ketika PBB tidak mampu menghentikan blokade yang dilakukan Israel, para peserta "Flotilla to Gaza" berharap gerakan masyarakat Internasional kali ini bisa memberikan tekanan yang cukup besar terhadap Israel untuk menghentikan blokade atas Gaza. (hs)