Kapal Kemanusiaan Itu Abaikan Blokade Israel

Para aktivis Palestina menaiki perahu sambil diawasi kapal Israel
Para aktivis Palestina menaiki perahu sambil diawasi kapal Israel
Sumber :
  • AP Photo/Hatem Moussa

VIVAnews - Kapal Angkatan Laut Israel dikabarkan menembaki serombongan kapal pengangkut bantuan kemanusiaan untuk penduduk Palestina di Jalur Gaza, Senin 31 Mei 2010.

Armada yang terdiri atas tiga kapal kargo dan tiga kapal penumpang tersebut membawa ratusan barang yang dicekal Israel masuk ke Gaza, antara lain berupa semen dan bahan bangunan lainnya.

Para aktivis kemanusiaan yang ikut dalam armada "Freedom Flotilla" tersebut mengatakan bahwa armada juga membawa ratusan kursi roda bertenaga listrik, rumah setengah rakitan, dan pemurni air. Bantuan kemanusiaan tersebut memiliki bobot sekitar 10 ribu ton.

Seperti dikutip dari laman Xinhua, Bulent Yildirim, ketua organisasi kemanusiaan Turki, IHH, yang menjadi penanggung jawab kapal induk Mavi Marmara, mengatakan pada media melalui sistem video streaming bahwa mereka sedang berlayar ke Gaza tanpa agenda politik apapun. Menurut Yildirim, mereka juga tidak bermaksud menghina Israel yang telah memblokade Jalur Gaza selama beberapa tahun terakhir.

Namun, lanjut Yildirim, sekitar 700 aktivis pro-Palestina tersebut itu murni membawa misi kemanusiaan untuk membantu mengakhiri tragedi di Gaza.
Armada enam kapal tersebut memulai perjalanan dari perairan internasional Cyprus pada Minggu sore setelah mengalami dua hari penundaan. Menurut Yildirim, penumpang paling muda adalah seorang anak berusia 13 bulan. Di dalam kapal terdapat juga beberapa orang berusia sekitar 80-an tahun.

Menurut Associated Press, armada kecil itu terdiri dari tiga kapal kargo dan tiga kapal penumpang dan juga membawa barang-barang yang selama ini dilarang oleh Israel untuk dibawa ke Gaza, seperti semen dan material lain untuk bangunan. Para aktivis juga membawa ratusan kursi roda bertenaga listrik dan alat penyaring air bersih.

Mereka berupaya menerobos blokade yang diterapkan Israel ke Jalur Gaza, yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Di atas kapal induk "Mavi Marmara," yang bertolak dari Turki, terdapat sekitar 650 orang. Sekitar 60 jurnalis yang sebagian besar berasal dari negara-negara muslim, memberitakan pelayaran dan kemungkinan terjadi tekanan dari Israel. Mereka diperkirakan tiba di perairan internasional dekat Gaza pada Senin pagi.

Jurnalis Al Jazeera, Mohamed Vall, melaporkan dari Mavi Marmara, mengatakan bahwa kapal angkatan laut Israel telah mengontak kapten kapal sekitar pukul 11 malam hari Minggu. Israel meminta kapten kapal menyebutkan identitas dan tujuan pelayaran.

Tak lama setelah itu, dua kapal angkatan laut Israel mengapit armada tersebut, tetapi pada jarak yang cukup jauh. Sebuah pesawat, menurut wartawan Al Jazeera tersebut, juga terbang di atas armada meski terlalu jauh untuk bisa dikenali jenisnya.

"Kapal-kapal Israel diperkirakan mendekati armada kami pada Minggu pagi, tetapi mereka tiba lebih awal," tambah Vall. (hs)