Pemerintah Iran Ancam Timnas jika Tak Mau Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia

Pemain Timnas Iran tolak nyanyikan lagu kebangsaan Jelang lawan Timnas Inggris
Sumber :
  • The42

VIVA Dunia – Pemain sepak bola Iran di Piala Dunia Qatar mendapat ancaman siksaan dan hukuman penjara oleh pemerintah negara mereka sendiri jika tidak mematuhi aturan pra-pertandingan, menjelang pertandingan grup terakhir yang menegangkan melawan Amerika Serikat (AS), pada Selasa, 29 November 2022.

Siasat Licik Israel Sabotase Iran Dibongkar Media Amerika

Sebuah sumber mengatakan kepada CNN bahwa Korps Pengawal Revolusi Iran (IRCG) bertemu dengan 26 pemain sepak bola Iran yang dipanggil usai menghadapi tim Inggris pada 21 November 2022. Pemanggilan itu dilakukan  setelah tim sepak bola Iran menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan mereka sebelum dimulainya pertandingan.

Para pemain diberitahu bahwa keluarga mereka akan mendapat kekerasan dan siksaan jika mereka tetap memilih diam dan tidak menyanyikan lagu kebangsaan mereka sendiri pada pra-pertandingan, serta apabila mereka bergabung dengan kelompok mana pun yang memprotes rezim Republik Islam.

Cristiano Ronaldo Ucapkan Selamat Idul Fitri Kepada Umat Islam di Dunia

Pertandingan antara Timnas Wales vs Iran di Piala Dunia 2022.

Photo :
  • AP Photo/Manu Fernandez

Pada Jumat lalu, 25 November 2022, para pemain Iran menyanyikan lagu kebangsaan mereka menjelang kemenangan 2-0 melawan Wales.

Berpantun, Dubes Iran Ucapkan Selamat Idul Fitri Bagi Rakyat Indonesia

Setelah pertandingan, belasan petugas IRGC ditugaskan untuk mengawasi seluruh tim Piala Dunia dan staf pelatih Iran yang dilarang berinteraksi dengan orang asing dan orang-orang di luar markas mereka.

"Ada banyak petugas keamanan Iran di Qatar yang mengumpulkan informasi dan memantau para pemain," kata sumber CNN, dikutip dari Dailymail, Selasa, 29 November 2022.

Sumber tersebut menambahkan, Manajer Iran Carlos Quieroz yang berkebangsaan Portugis, mengadakan pertemuan terpisah dengan perwakilan IRGC setelah mereka mengancam para pemain dan keluarga mereka.

Pertandingan antara Timnas Inggris vs Iran di Piala Dunia 2022.

Photo :
  • AP Photo/Hassan Ammar

Sebelumnya, Queiroz mengatakan bahwa pemain Iran berhak untuk memprotes di Piala Dunia, tetapi mereka tetap menghormati standar FIFA.

Sumber itu kepada CNN mengatakan, para pemain juga telah dijanjikan hadiah dan mobil menjelang kekalahan 6-2 dari Inggris.

Namun, pemerintah mengubah taktik mereka setelah merasa malu melihat tidak ada pemain yang dengan bangga menyanyikan lagu kebangsaan Iran.

Keheningan tim di putaran pertama pertandingan Grup B terjadi setelah demonstrasi selama berbulan-bulan menentang pemerintah Iran, menyusul kematian Mahsa Amini (22 tahun) pada 16 September lalu setelah ditahan oleh polisi moral.

Menurut Aktivis Hak Asasi Manusia, protes di Iran sejauh ini setidaknya telah menewaskan 450 orang, serta lebih dari 18.000 warga Iran ditangkap.

Dalam hal ini pemerintah Iran belum merilis jumlah korban atau penangkapan selama berbulan-bulan, serta menuduh tanpa memberikan bukti bahwa protes tersebut telah dipicu oleh musuh-musuhnya di luar negeri, termasuk Amerika Serikat.

Menurut Komite Perlindungan Wartawan, Teheran juga membatasi akses media dan telah menahan lebih dari 63 reporter dan fotografer sejak demonstrasi dimulai. Karena tindakan tersebut, membuat liputan kerusuhan menjadi jauh lebih sulit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya