Data: 2022 Jadi Tahun Terpanas di Italia Sejak 1800

Italia
Sumber :
  • Pixabay

VIVA Dunia – Tahun 2022 ini menjadi tahun terpanas di Italia sejak pencatatan dimulai pada 1800, menurut data dari Institute for Atmospheric Science di National Research Council (NRC) Italia.

img_title Bukan Cuma di Pulau Jawa yang 'Panas Menyengat', Jepang Juga Alami Suhu Tak Biasa di Akhir Oktober

“Ada rekor tertinggi sepanjang jalan, dimulai pada musim semi, sepanjang musim panas, dan sekarang di musim dingin,” kata Bernardo Gozzini, direktur konsorsium meteorologi LaMMA NRC, dikutip dari Xinhua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rekor baru ini tidak akan resmi di sahkan sampai akhir tahun 2022, tetapi pejabat LaMMA mengatakan secara statistik tidak mungkin suhu rata-rata turun di bawah tahun 2018, yang sebelumnya merupakan tahun terpanas yang pernah tercatat di Italia.

img_title Menyejukkan Suhu Udara Ibu Kota, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

LaMMA pertama kali mulai melaporkan pada bulan Juli, bahwa tahun ini berada di jalur yang tepat untuk menjadi rekor terpanas. Pada bulan Oktober, dikatakan bahwa suhu di Italia utara dan tengah 3,2 derajat Celcius lebih tinggi dari biasanya.

Milan, Italia

Photo :
  • Arbalete/wikimedia

img_title Bukan Hanya Prancis, Protes Biaya Hidup Meluas ke Italia, Belgia, hingga Portugal

Sementara itu, organisasi tersebut melaporkan suhu 5 hingga 7 derajat Celcius lebih tinggi dari rata-rata pada akhir Desember di sebagian besar Eropa selatan dan tengah, termasuk Italia.

Tahun ini merupakan tahun yang sulit di Italia, dengan kekeringan musim panas yang panjang mengurangi permukaan air hingga tiga perempat di sebagian besar sungai utama Italia, dan memangkas sepertiga produksi pertanian. Suhu yang sangat panas mengakibatkan ratusan kematian.

Pada bulan Juli, kurangnya curah hujan dikombinasikan dengan suhu tinggi yang tidak sesuai musim menyebabkan gletser di kisaran Dolomites Italia utara runtuh.

Milan, Italia

Photo :
  • Ank kumar/wikimedia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Masyarakat Meteorologi Italia, atau Nimbus, arus cuaca hangat dari Afrika Utara telah mendorong suhu di bulan Desember ke titik tertinggi yang tidak sesuai musim. 

Pejabat Nimbus Daniele Cat Berro mengatakan, bahwa suhu tinggi ini akan bertahan setidaknya hingga akhir tahun di Italia tengah dan selatan. Di tingkat global, 2016 tetap menjadi tahun terpanas, diikuti oleh 2020, 2019, dan 2022, menurut NRC.

ilustrasi panas

Riset Ungkap Dampak Panas Perkotaan terhadap Kelompok Berpenghasilan Rendah

Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan telah mengembangkan berbagai cara untuk menghadapi panas, mulai dari menyesuaikan aktivitas hingga adaptasi

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut