Centris: RI Sepatutnya Mendukung Kemerdekaan Tibet
- AP Photo/ Ashwini Bhatia
Solissa menganalisa status Tibet berperan sebagai wilayah penyangga antara China dan India. Maka itu, siapa yang bisa menguasai Tibet maka akan memiliki banyak keunggulan.
Tapi, kata dia, India saat ini tidak dalam posisi yang tak menguntungkan secara strategis. Adapun saat ini hubungan antara Cina dengan India juga tidak begitu cair.
“Gerak maju Cina menuju perbatasan India melalui Tibet, dapat mengarah pada perang sengit antar kedua negara,” ujar Solissa.
Dikutip dari DW, Cina punya keberanian untuk bermanuver perang. Hal tersebut disampaikan Kepala pemerintahan eksil Tibet, Lobsang Sangay.
Sangay menduga Cina sudah sejak lama ingin memanfaatkan Tibet sebagai batu loncatan menuju India, Bhutan dan Kashmir. Dia mengataka seperti itu karena merujuk pernyataan eks Presiden Cina Mao Zedong.
“Pemimpin Cina seperti Mao Zedong mengatakan Tibet adalah telapak tangan, sementara lima jarinya adalah Ladar, Nepal, Sikkim, Bhutan dan Arunachal Pradesh,” kata Sangay kepada jurnalis DW.
Lalu, Sangay juga menyinggung omongan Presiden Cina saat ini, Xi Jinping.
“Xi Jinping sendiri yang bilang bahwa stabilitas dan keamanan Cina bergantung pada stabilitas dan keamanan Tibet. Jadi bagi Cina, Tibet sangat penting," tutur Sangay.