Presiden Filipina Panggil Dubes China Atas Insiden Tembak Laser di Laut China Selatan

kapal penjaga pantai China mengarahkan laser tingkat militer di salah satu kapal Filipina.
Sumber :
  • The Guardian.

VIVA Dunia – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memanggil duta besar Tiongkok untuk Filipina dan menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya frekuensi dan intensitas tindakan agresif Tiongkok terhadap kapal-kapal Filipina.

Aksi Gila Pilot Rusia Daratkan Jet Tempur Sukhoi Usai Dihantam Rudal

Pertemuan keduanya terjadi sehari setelah Filipina menuduh kapal penjaga pantai China mengarahkan laser tingkat militer di salah satu kapalnya, dan membuat gangguan penglihatan pada seorang anggota awak kapal dan mengganggu misi di Laut China Selatan.

Laporan insiden itu juga memicu kecaman dari AS, yang mendukung Filipina dan menggambarkan perilaku China sebagai tindakan provokatif dan tidak aman. Sementara itu, kedutaan Australia dan Jepang di Manila juga menyatakan keprihatinan yang sama.

36 Tahun Jadi Pasukan Elite, Jenderal Hantu Laut Penjaga Nyawa Presiden Akhirnya Tinggalkan TNI

VIVA Militer: Armada Angkatan Laut China (PLAN) di Laut China Selatan

Photo :
  • Twitter/@Scs_Connect

Juru bicara urusan luar negeri Filipina, Teresita Daza, mengatakan bahwa protes diplomatik telah diajukan, dan tindakan agresi China tersebut mengganggu dan sangat mengecewakan.

Setengah Juta Pasukan NATO Siaga Kawal Ukraina Hadapi Ancaman Rusia

Insiden itu terjadi pada 6 Februari 2023, satu bulan setelah Marcos mengunjungi Beijing untuk pertemuan yang mencakup diskusi tentang bagaimana kedua belah pihak dapat menghindari pemicu krisis di jalur air yang disengketakan.

Melansir dari The Guardian, Kamis, 16 Februari 2023, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei semuanya memiliki klaim atas sebagian Laut China Selatan, yang kaya akan sumber daya dan jalur transit minyak yang penting. Dan sejauh ini, hanya pihak Beijing yang mengatakan hampir sepenuhnya memiliki kedaulatan atas wilayah itu, meski pengadilan internasional di Den Haag pada tahun 2016 mengatakan bahwa klaim China tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Pada pertemuan hari Selasa, Marcos telah menyatakan keprihatinannya atas peningkatan frekuensi dan intensitas tindakan China terhadap penjaga pantai Filipina dan nelayan Filipina. "Hal itu mengacu pada penggunaan laser kelas militer terhadap salah satu kapalnya," ujar kantor komunikasi kepresidenan.

Penjaga pantai Filipina menuduh sebuah kapal China menyorotkan sinar laser hijau dua kali ke salah satu kapalnya dengan sengaja untuk memblokir misi yang membawa makanan dan perbekalan untuk pasukannya di Second Thomas Shoal, karang yang terendam di Kepulauan Spratly yang disengketakan.

Ia juga menuduh kapal China melakukan manuver berbahaya dengan mendekati sekitar 150 yard dari bagian kanan kapal Filipina.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya