Pemilu Sukses, Paraguay Punya Presiden Baru

Logo dan Tagline baru VIVA News & Insights
Sumber :

VIVA Dunia – Santiago Pena telah memenangkan pemilihan umum presiden Paraguay, mengembalikan Partai Colorado yang konservatif ke pemerintahan setelah kampanye yang diperebutkan dengan ketat, setelah memegang pemerintahan selama tujuh dekade. 

img_title Jembatan Ambruk di Kupang Ditargetkan Rampung Akhir Tahun, Jenderal Maruli: Jadi Hadiah Natal dari Presiden

Ekonom berusia 44 tahun dan mantan menteri keuangan itu mendapat 42,7 persen suara dengan lebih dari 99 persen surat suara telah dihitung, unggul lebih dari 15 poin atas saingan Partai kiri-tengah, Efrain Alegrem, seorang pengacara berusia 60 tahun dari koalisi Concertacion, menurut pernyataan badan pemilihan, melansir DW, Senin, 1 Mei 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekitar 4,8 juta dari 7,5 juta penduduk negara Amerika Selatan itu berhak memilih dalam pemilihan presiden dan legislatif. “Terima kasih atas kemenangan Colorado ini, terima kasih atas kemenangan Paraguay ini,” kata Pena dalam pidato kemenangannya. 

img_title Pasang Target Rebut Kursi DPR RI dari Kepri, Ahmad Ali Minta Kader PSI Bergerak

Pemilu Paraguay

Photo :
  • DW

"Hari ini, kita tidak merayakan kemenangan pribadi, kita merayakan kemenangan rakyat yang dengan suara mereka memilih jalan perdamaian sosial, dialog, persaudaraan dan rekonsiliasi nasional," lanjutnya. 

img_title Transparasi Penghitungan Suara Berbasis Digital Dipersoalkan di Sidang UU Pemilu

Mengakui kekalahan, Alegre hanya mengatakan: "Upaya itu tidak cukup".

Alegre, yang mana adalah seorang pengacara terkemuka Paraguay, memiliki keunggulan tipis dalam jajak pendapat menjelang pemungutan suara, meningkatkan prospek bahwa dia dapat menggeser Partai Colorado yang telah memerintah hampir terus menerus sejak 1947, melalui kediktatoran dan sejak kembalinya demokrasi pada tahun 1989.

“Banyak yang harus kita lakukan, setelah tahun-tahun terakhir stagnasi ekonomi, defisit fiskal, tugas yang menanti kita bukan untuk satu orang atau satu partai,” kata Pena dalam pidato kemenangannya, menyerukan “persatuan dan konsensus".

Meskipun mereka berbeda dalam kebijakan ekonomi dan internasional, kedua pelopor sama-sama konservatif secara sosial, membela hak-hak anti-aborsi yang kuat dan sikap anti-perkawinan gay di negara yang memegang teguh agama Katolik.

Paraguay adalah salah satu dari 13 negara yang mengakui Taipei daripada Beijing, China, dan Alegre telah berjanji untuk mempertimbangkan kembali hubungan tersebut jika dia menang, sementara Pena mengatakan dia akan mempertahankan hubungan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Honduras mengalihkan kesetiaan ke Beijing pada Maret, menyusul Nikaragua pada 2021, El Salvador pada 2018, Panama pada 2017, dan Kosta Rika pada 2007.

Kedutaan Taiwan di Paraguay memberi selamat kepada Pena atas kemenangannya, dan mengatakan Taipei akan terus bekerja sama dengan Paraguay dalam hubungan yang "bermanfaat" mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut