Ini Daftar Terbaru Negara Paling Sengsara di Dunia
VIVA Dunia – Zimbabwe adalah negara paling sengsara di dunia, mengalahkan Venezuela, Kuba, dan Suriah yang dilanda perang.
Itu menurut penelitian tim "Indeks Kesengsaraan" tahunan, yang memeringkat hampir 160 negara berdasarkan faktor-faktor seperti angka pengangguran, inflasi dan tingkat pinjaman bank, melansir Daily Mail, Rabu, 24 Mei 2023.
Zimbabwe, yang termasuk Negara Afrika, adalah rumah bagi sekitar 16 juta orang, dan kini berada di peringkat lima besar negara paling sengsara selama tiga tahun berturut-turut.
Daftar negara paling sengsara di duni
- Daily Mail
Pemerintahan brutal Robert Mugabe di Zimbabwe mengubah negaranya menjadi "negara" buangan internasional, terperosok dalam korupsi, kekerasan, dan krisis ekonomi yang membuat puluhan ribu orang menjadi miskin.Â
Meskipun mendiang mantan Presiden itu digulingkan pada tahun 2017, negara yang kaya akan mineral itu masih hidup dengan kejatuhan ekonomi dari pemerintahannya selama 37 tahun.Â
Di belakang Zimbabwe dalam Indeks Kesengsaraan Tahunan Hanke adalah Venezuela, yang juga dilanda 'salah urus ekonomi', dan Suriah, yang telah terlibat dalam perang saudara yang mengerikan selama lebih dari satu dekade.
Dalam daftar, Inggris lebih sengsara daripada tahun lalu, bergerak naik dari peringkat 153 ke peringkat 129.
Profesor Steve Hanke, ahli ekonom di balik penelitian ini, mengklaim inflasi, yang mencapai 10,1 persen di bulan Maret, telah menjadi "faktor penyumbang utama" Inggris lebih sengsara.Â
Protes massa pecah di Harare, Zimbabwe akibat naik harga BBM
- Sumber: BBC
Meskipun sekarang cenderung menurun, itu memicu lonjakan harga pangan terbesar sejak 1977 dan menambahkan £800 ke tagihan tahunan rata-rata rumah tangga.
Tetapi AS bergerak sebaliknya, dari 102 ke 134.
Pengangguran adalah faktor dampak terbesar, dengan hanya 3,4 persen orang Amerika (5,7 juta) yang menganggur pada bulan April, tingkat terendah dalam beberapa dekade.
Ukraina, saat ini mempertahankan tanahnya dalam perang kekerasan dan berdarah yang dimulai oleh pasukan Rusia Vladimir Putin, berada di urutan kedelapan.Â
Media lokal melaporkan bahwa tingkat pengangguran naik tiga kali lipat menjadi 35 persen, atau 5,2 juta orang menganggur, akibat perang. Angka tersebut berdasarkan laporan dari Bank Nasional Ukraina.
VIVA Militer: Serangan artileri militer Ukraina di kota Bakhmut
- nbcnews.com
Peringkat kesengsaraan didasarkan pada algoritme yang memberi setiap negara skor berdasarkan pengangguran, inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan PDB. Itu tidak memperhitungkan metrik lain, seperti jajak pendapat penduduk atau kesehatan.