Denmark Cari Cara Larang Warganya Bakar Al Quran Tapi Jamin Kebebasan
- FB Salwan Momika
Diketahui, Denmark dan Swedia sama-sama pernah memiliki peraturan tentang penodaan agama (Blasphemy Law) namun belakangan aturan tersebut dicabut karena bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan berbicara.
Aturan tentang penodaan agama di Denmark sebelumnya sempat diberlakukann sejak 1683, sebelum kemudian dicabut oleh Parlemen Denmark pada 8 Juni 2017, dengan alasan bahwa ekspresi dan kebebasan berbicara terhadap agama tertentu tidak perlu diatur oleh UU.
Di Swedia, peraturan tentang penodaan agama sudah dihapuskan pada tahun 1949. Kemudian pada tahun 1970, delik terhadap penodaan agama yang lebih sempit juga dicabut.Â
Kemarahan dari penodaan Al Quran sangat bermasalah bagi Swedia, yang tawarannya untuk bergabung dengan NATO telah diblokir oleh Turki selama hampir setahun, atas tuduhan menampung teroris. Turki, dan Erdogan, sering menjadi salah satu pengunjuk rasa paling keras menentang pembakaran Al Quran.
Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mendesak Stockholm untuk mengambil langkah konkret untuk mencegah pembakaran Al Quran. Fidan berbicara selama panggilan telepon dengan mitra Swedia Tobias Billstrom, di mana aksesi NATO Swedia juga dibahas.Â
Awal bulan ini, pemerintah Swedia mengatakan akan melihat kemungkinan mengubah Undang-Undang Ketertiban Publik dengan cara yang memungkinkan polisi menghentikan demonstrasi yang mengancam keamanan negara.