Anak Muda di China Kesulitan Cari Kerja hingga Insomnia

Warga Beijing memakai masker untuk melindungi diri dari COVID-19.
Sumber :
  • AP Photo/Mark Schiefelbein.

Beijing – Zhang, wanita di jurusan psikologi yang baru saja lulus, gagal mendapatkan pekerjaan di bidang riset pasar pilihannya. Padahal, dia telah mengirimkan ribuan CV ke perusahaan China. 

img_title Bangladesh Gandeng Operator Pelabuhan Global, Strategi China Kuasai Jalur Laut Terhambat?

Perjuangannya dalam mencari pekerjaan selama berbulan-bulan, telah merusak emosional wanita berusia 23 tahun itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah lulus, saya menemukan bahwa tekanannya sangat besar," katanya saat berada di job fair, di Beijing akhir pekan ini. 

img_title Angka Pengangguran Indonesia Turun ke 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994

Orang-orang memakai masker di Beijing, China.

Photo :
  • AP Photo/Andy Wong.

"Untuk setiap sepuluh resume yang saya kirimkan, saya hanya mendapat satu tanggapan," lanjutnya, dikutip dari New Straits Times, Minggu, 20 Agustus 2023. 

img_title Xpeng X9 Hantam Pohon dan Tiang Sampai Rusak Parah, Airbag Tak Mengembang

Zhang, adalah salah satu dari jutaan lulusan yang memasuki pasar kerja China pada saat pengangguran kaum muda melonjak. 

Baru-baru ini, angka tersebut mencapai rekor setiap bulan, dengan 21,3 persen orang berusia 16 hingga 24 tahun menganggur pada bulan Juni. 

Pihak berwenang Beijing pada hari Selasa, 15 Agustus 2023, tiba-tiba mengatakan mereka akan berhenti menerbitkan data ketenagakerjaan yang berkaitan dengan usia, dan mendorong skeptisisme publik dan kekhawatiran atas pengangguran kaum muda di ekonomi terbesar kedua di dunia itu. 

Pada job fair di Beijing minggu ini, para peserta menggambarkan lanskap yang menantang bagi kandidat, yang tidak berpengalaman yang berharap mendapatkan pekerjaan pertama atau kedua mereka. 

Yang Yao, seorang pengangguran berusia 21 tahun dengan pengalaman di media, kecewa setelah melihat-lihat iklan di sebuah pameran di Beijing, pada hari Kamis, 17 Agustus 2023, di mana sebagian besar majikan mencari staf untuk posisi penjualan dan administrasi bergaji rendah.

Dia telah berhenti dari pekerjaan sebelumnya di provinsi Zhejiang, China timur untuk pindah lebih dekat dengan keluarganya di Beijing. Namun, sekarang dirinya justru didera kecemasan tentang perjuangannya setelah beberapa minggu mencari kerja hanya berujung sia-sia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setiap malam saya merasa khawatir, bagaimana jika saya tidak dapat menemukan pekerjaan, apa yang akan saya lakukan untuk biaya hidup? Dan saya tidak bisa tidur di malam hari," ujarnya. 

Sebagai informasi, China telah merilis serangkaian indikator dalam beberapa bulan terakhir yang menunjukkan perlambatan pemulihan ekonomi pasca-Covid di negara itu, dengan permintaan konsumen yang lemah membuat perusahaan enggan untuk merekrut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut