Netanyahu Minta Pasukan Hamas Menyerah: Jangan Mati Demi Yahya Sinwar!

VIVA Militer: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
Sumber :
  • aawsat.com

Tel Aviv – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Minggu, 10 Desember 2023, mengulangi seruannya untuk  anggota Hamas meletakkan senjata mereka, dan menyerah.

img_title Dari Pabrik Chip hingga Pusat Data AI, Inilah Medan Pertempuran Baru yang Jarang Terlihat oleh Publik

Netanyahu juga menegaskan bahwa akhir dari kelompok pejuang Palestina itu sudah dekat di saat perang di Jalur Gaza berkecamuk lebih dari dua bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perang masih berlangsung, namun ini adalah awal dari berakhirnya Hamas. Saya katakan kepada teroris Hamas: Ini sudah berakhir. Jangan mati demi (Yahya) Sinwar. Menyerahlah sekarang," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, mengacu pada  pemimpin Hamas di Jalur Gaza.

img_title Ancaman Bom, Pesawat dari Tel Aviv ke Wina Mendarat Darurat di Bulgaria

VIVA Militer: Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar

Photo :
  • dailymail.co.uk

“Dalam beberapa hari terakhir, puluhan teroris Hamas telah menyerah kepada pasukan kami,” kata Netanyahu, dikutip dari NDTV, Senin, 11 Desember 2023.

img_title Laporan UNICEF: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 340 Anak di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Namun, militer belum merilis bukti penyerahan pasukannya, dan Hamas menolak klaim tersebut.

Hampir sebulan lalu, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, juga mengatakan bahwa Hamas telah kehilangan kendali atas Gaza.

Sebagai informasi, Hamas melancarkan serangan paling mematikan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang, menurut data resmi Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Israel akhirnya merespons dengan serangan militer tanpa henti yang telah menghancurkan sebagian besar Gaza dan menewaskan sedikitnya 17.997 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

JK menyampaikan kuliah umum bertajuk

Bicara di Harvard, JK Ingatkan soal Perang Dunia hingga Korupsi yang Menekan Ekonomi Indonesia: Uang Saja Tidak Cukup!

Di Harvard, JK menegaskan dinamika geopolitik tidak hanya menentukan arah hubungan antarnegara, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut