Houthi: Arab Saudi Ingin Hapus Ayat Al Quran dari Buku Pelajaran untuk Menenangkan Tuntutan Zionis

VIVA Militer: Pemimpin gerakan Houthi, Abdul Malik al-Houthi
Sumber :
  • parstoday.com

Yaman – Pemimpin kelompok militer Houthi dari Yaman, Abdul-Malik al-Houthi baru saja mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversi. Abdul-Malik al-Houthi mengatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi, di bawah kepemimpinan keluarga kerajaan Saud ingin menghapus ayat-ayat Al Quran dari buku pelajaran, untuk menghindari kemarahan pihak Zionis.

Jemaah Haji Diimbau Hormati Budaya Setempat Selama di Saudi

Dia menjelaskan bahwa, khususnya, ayat-ayat yang berbicara tentang kejahatan yang dilakukan oleh orang Yahudi sedang disensor.

Pejabat Yaman itu menambahkan bahwa rezim Saudi bahkan telah menghapus hadist Nabi, baik seluruhnya atau sebagian, dari program pendidikan, dan menggambarkannya sebagai ketidakadilan besar bagi generasi mendatang.

Dehidrasi Menjadi Ancaman Utama Jemaah Haji Indonesia, Minum Oralit Jadi Kunci Pencegahan

Joe Biden dan Mohammed bin Salman

Photo :
  • AP

Langkah tersebut kemungkinan sejalan dengan rencana Arab Saudi untuk menormalisasi hubungannya dengan rezim Israel, katanya.

Arab Saudi Wajibkan Jemaah Umrah Vaksin Meningitis

Uni Emirat Arab (UEA) juga mengikuti langkah tersebut, dengan memuji Zionis dalam buku teks dalam upaya untuk membesarkan generasi yang ramah terhadap Israel, kata al-Houthi dalam pernyataannya, yang pertama kali disiarkan melalui media negara Islamic Republic News Agency atau IRNA, dilansir Selasa, 23 April 2024. 

Seperti diketahui, pihak Houthi Yaman, sejak tahun lalu mulai menyerang Israel dan sekutunya untuk membantu warga Palestina Gaza dan Hamas usai perang Hamas-Israel pecah pada 7 Oktober 2023 lalu.

VIVA Militer: Pemimpin gerakan Houthi, Abdul Malik al-Houthi

Photo :
  • parstoday.com

Houthi Yaman merupakan bagian dari "Poros Perlawanan" yang didukung Iran dan anti-Israel serta Amerika Serikat.

Sejak dulu, Houthi memang gencar menggunakan rudal dan drone saat berkonflik, terutama kala perang Yaman. Menurut Saree, agresi Israel belakangan ini telah menciptakan ketidakstabilan di Timur Tengah. Oleh sebab itu, Houthi bersumpah bakal terus melakukan serangan "sampai agresi Israel berhenti."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya