5 Fakta Tersembunyi Hubungan Iran dan Israel, Pernah Seharmonis Ini
- VIVA.co.id/Natania Longdong
Taheran – Hubungan antara Iran dan Israel kini memburuk setelah keduanya saling melakukan serangan langsung. Eskalasi konflik ini meningkatkan kekhawatiran akan timbulnya konflik regional yang lebih luas.
Konflik ini dimulai ketika Israel melakukan serangan udara pada 1 April di konsulat Iran di Damaskus, yang mengakibatkan tujuh anggota Korps Garda Revolusi Iran tewas, termasuk dua jenderal IRGC.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan langsung, tindakan yang belum pernah dilakukannya sebelumnya. Ini merupakan pertama kalinya Teheran bertindak secara langsung setelah sebelumnya hanya mendukung kelompok milisi.
Meskipun konflik ini berpusat di Palestina, dengan Iran memperingatkan Israel dan sekutunya bahwa perang dengan Hamas dapat meluas, hubungan buruk antara Iran dan Israel tidak bisa diabaikan. Meskipun demikian, pada masa lalu, keduanya pernah menjalin hubungan yang lebih dekat.
Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel untuk cegat rudal yang ditembakkan Iran
- AP Photo/Tomer Neuberg
1. Hubungan Harmonis Pada Era Dinasti Pahlavi
Dilansir dari NPR, meskipun Iran diperintah oleh dinasti Pahlavi selama lebih dari setengah abad, hubungan bilateral Iran-Israel sama sekali tidak bermusuhan. Era Dinasti Pahlavi di Iran sendiri terjadi di sekitar tahun 1953 hingga 1979.
Pada masa ini juga Teheran adalah salah satu dari 11 anggota yang membentuk Komite Khusus Palestina (UNSCOP) yang bertugas menyelidiki penyebab konflik Mandat Palestina.
2. Iran Menjadi Negara Mayoritas Muslim yang Dukung Kemerdekaan Israel
Iran adalah negara mayoritas Muslim kedua yang mengakui Israel sebagai negara berdaulat setelah Turki. Setelah berdirinya Negara Israel pada Mei 1948, hubungan kedua negara ini menjadi semakin dekat. Israel memiliki delegasi tetap di Teheran yang berfungsi sebagai kedutaan de facto, sebelum pertukaran Duta Besar pada akhir tahun 1970an.
Padahal terdapat sekitar 30.000 warga Iran di Teheran berkumpul untuk memprotes pendirian Israel. Melihat kondisi ini, Ayotallah Abol-Ghasem Kashani mengkritik keputusan pemerintahnya untuk mengakui Israel.
3. Revolusi Iran Mengubah Hubungan Iran dengan Israel
Setelah Revolusi Iran dan jatuhnya dinasti Pahlavi pada tahun 1979, Iran mengambil sikap tajam anti-Israel. Iran memutuskan semua hubungan resmi dengan Israel. Kedutaan Besar Israel di Teheran ditutup dan diserahkan kepada PLO. Ayatollah Khomeini menyatakan Israel sebagai "musuh Islam" dan "Setan Kecil".