5 Fakta Tersembunyi Hubungan Iran dan Israel, Pernah Seharmonis Ini

Detik-detik Serangan Israel ke Iran (Doc: Fox News)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Taheran – Hubungan antara Iran dan Israel kini memburuk setelah keduanya saling melakukan serangan langsung. Eskalasi konflik ini meningkatkan kekhawatiran akan timbulnya konflik regional yang lebih luas.

img_title Bicara di Harvard, JK Ingatkan soal Perang Dunia hingga Korupsi yang Menekan Ekonomi Indonesia: Uang Saja Tidak Cukup!

Konflik ini dimulai ketika Israel melakukan serangan udara pada 1 April di konsulat Iran di Damaskus, yang mengakibatkan tujuh anggota Korps Garda Revolusi Iran tewas, termasuk dua jenderal IRGC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan langsung, tindakan yang belum pernah dilakukannya sebelumnya. Ini merupakan pertama kalinya Teheran bertindak secara langsung setelah sebelumnya hanya mendukung kelompok milisi.

img_title Dari Pabrik Chip hingga Pusat Data AI, Inilah Medan Pertempuran Baru yang Jarang Terlihat oleh Publik

Meskipun konflik ini berpusat di Palestina, dengan Iran memperingatkan Israel dan sekutunya bahwa perang dengan Hamas dapat meluas, hubungan buruk antara Iran dan Israel tidak bisa diabaikan. Meskipun demikian, pada masa lalu, keduanya pernah menjalin hubungan yang lebih dekat.

Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel untuk cegat rudal yang ditembakkan Iran

Photo :
  • AP Photo/Tomer Neuberg

img_title Jika Perang Kembali Pecah, Garda Revolusi akan Targetkan Kabel Internet di Selat Hormuz

1. Hubungan Harmonis Pada Era Dinasti Pahlavi

Dilansir dari NPR, meskipun Iran diperintah oleh dinasti Pahlavi selama lebih dari setengah abad, hubungan bilateral Iran-Israel sama sekali tidak bermusuhan. Era Dinasti Pahlavi di Iran sendiri terjadi di sekitar tahun 1953 hingga 1979.

Pada masa ini juga Teheran adalah salah satu dari 11 anggota yang membentuk Komite Khusus Palestina (UNSCOP) yang bertugas menyelidiki penyebab konflik Mandat Palestina.

2. Iran Menjadi Negara Mayoritas Muslim yang Dukung Kemerdekaan Israel

Iran adalah negara mayoritas Muslim kedua yang mengakui Israel sebagai negara berdaulat setelah Turki. Setelah berdirinya Negara Israel pada Mei 1948, hubungan kedua negara ini menjadi semakin dekat. Israel memiliki delegasi tetap di Teheran yang berfungsi sebagai kedutaan de facto, sebelum pertukaran Duta Besar pada akhir tahun 1970an.

Padahal terdapat sekitar 30.000 warga Iran di Teheran berkumpul untuk memprotes pendirian Israel. Melihat kondisi ini, Ayotallah Abol-Ghasem Kashani mengkritik keputusan pemerintahnya untuk mengakui Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Revolusi Iran Mengubah Hubungan Iran dengan Israel

Setelah Revolusi Iran dan jatuhnya dinasti Pahlavi pada tahun 1979, Iran mengambil sikap tajam anti-Israel. Iran memutuskan semua hubungan resmi dengan Israel. Kedutaan Besar Israel di Teheran ditutup dan diserahkan kepada PLO. Ayatollah Khomeini menyatakan Israel sebagai "musuh Islam" dan "Setan Kecil".

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut