Deretan Catatan Kelam Kecelakaan Pesawat Iran, Terparah Menewaskan 290 Orang

Ilustrasi maskapai Iran Air
Sumber :
  • aviationweek.com

VIVA – Tewasnya Presiden Iran Ebrahim Raisi akibat kecelakaan helikopter pada Minggu 19 Mei 2024 menambah catatan kelam di dunia penerbangan di Iran dan kecelakaan pesawat Iran.

Pesawat Boeing 737 Terbakar di Udara Akibat Mesin Ditabrak Burung di Selandia Baru

Helikopter jenis Bell 212 yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi dan sejumlah tokoh penting beserta dua helikopter lainnya hilang kontak.

VIVA Militer: Bangkai helikopter Bell 212 yang ditumpangi Presien Iran

Photo :
  • independent.co.uk
Terhibur dengan Fasilitas Tablet dan Headphone di Pesawat

Penyebab awal kecelakaan itu diduga karena cuaca buruk, kabut yang tebal dapat mengurangi visibilitas atau pandangan yang terbatas.

Melansir dari aljazeera.com, diketahui helikopter Bell 212 buatan Amerika Serikat yang ditumpangi presiden Iran itu diyakini telah berusia puluhan tahun, ini karena Iran disulitkan mendapatkan suku cadang atau pesawat baru atas sanksi program nuklir dan dukungan poros perlawanan.

Wapres Chilima Tewas dalam Kecelakaan Pesawat, Malawi Umumkan Masa Berkabung Nasional

Sejak sanksi pertama Amerika Serikat terhadap Iran 45 tahun lalu, perekonomian Iran terus terpukul, termasuk maskapai penerbangan yang terkena dampaknya.

Amerika Serikat melarang impor pesawat atau peralatan pesawat apapun yang lebih dari 10 persen suku Amerika Serikat.

Barulah pada 2015, Iran setuju untuk menghentikan produksi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan senjata nuklir dan menandatangani perjanjian nuklir yang disebut dengan Joint Comprehensive Plan Of Action (JCPOA).

Sebagai imbalannya, sanksi terhadap sektor penerbangannya dilonggarkan, sehingga memungkinkan Iran membeli pesawat dari pabrikan asing seperti Boeing dan Airbus. Namun, di bawah kepemimpinan Trump, pada 2018 sanksi tersebut kembali diterapkan.

Berikut catatan kelam dunia penerbangan Iran yang menewaskan ratusan nyawa:

1. Kecelakaan Iran Air Tahun 1980 Menewaskan 128 Orang

Pada 12 Januari 1980, pesawat buatan Amerika Serikat Boeing 27-100 yang dioperasikan oleh Iran Air kecelakaan menabrak lereng gunung di pegunungan Alborz di Teheran

Peralatan navigasi atau Instrument Landing System (ILS) tidak bekerja sebagaimana mestinya dan ditambah jarak pandang yang terbatas karena malam hari dan cuaca. Kecelakaan itu mengakibatkan 128 penumpang tewas.

2. Kecelakaan Lockheed C-130 Hercules Tahun 1986 Menewaskan 103 Orang

Enam tahun kemudian, dunia penerbangan Iran kembali berduka, pesawat Lockheed C-130 Hercules yang dioperasikan oleh angkatan udara Iran menabrak lereng gunung di provinsi Sistan dan Baluchistan.

Pesawat angkatan udara Iran itu terbang rendah pada ketinggian hanya 6.500 kaki.

Para ahli menyebut, kecelakaan itu disebabkan karena alat pengukur ketinggian atau altimeter yang malfungsi sehingga menyebabkan 103 penumpang termasuk 96 tentara tewas.

3. Kecelakaan Iran Air Tahun 1988 Menewaskan 290 Orang

Kecelakaan pesawat jenis Airbus A300 menjadi catatan paling buruk aviasi Iran, tragedi itu menyebabkan 290 penumpang tewas.

Airbus A300 yang dioperasikan maskapai Iran Air terkena rudal yang ditembakkan oleh kapal penjelajah angkatan laut Amerika Serikat USS Vincennes di Pulau Qeshm.

Kapal tersebut mengira kalau pesawat penumpang Iran Air itu adalah pesawat militer.

4. Kecelakaan Iran Air Tour tahun 2002 Menewaskan 119 Orang

Pesawat buatan Rusia Tupolev TU-154 yang dioperasikan oleh Iran Air Tour kecelakaan menabrak lereng gunung di Khorramabad.

Tragedi itu diakibatkan oleh kru dari pesawat yang tidak menyadari kalau pesawat mereka keluar jalur, ditambah faktor cuaca dari kurangnya jarak pandang menjadi penyebab kecelakaan.

Akibatnya seluruh penumpang sebanyak 119 orang tewas termasuk empat warga spanyol.

5. Kecelakaan IRGC Tahun 2003 Menewaskan 275 Orang

Selang 3 tahun, kecelakaan pesawat kembali terjadi di Iran, pesawat Ilyushin II-76 yang dioperasikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menabrak gunung dekat bandara Kerman saat mendarat.

Kesalahan ini diakibatkan dari pilot pesawat yang mengurangi ketinggian pesawat sebelum waktunya dan berada di bawah ketinggian aman minimum serta jarak pandak yang buruk. Tragedi itu mengakibatkan 275 orang di dalam pesawat tewas.

6. Kecelakaan Caspian Airlines Tahun 2009 Menewaskan 168 Orang

Pesawat Tupolev TU-154 yang dioperasikan oleh Caspian Airlines jatuh di lapangan terbuka di Qazvin.

Ketinggian pesawat turun drastis, diketahui penyebabnya karena kesalahan beberapa teknis seperti gagalnya fungsi mesin dan putusnya saluran hidrolik dan bahan bakar.

7. Ukraine International Airlines Tahun 2020 Menewaskan 176 orang

Pesawat jenis Boeing 737-80 yang dioperasikan Ukraine International Airlines ditembak jatuh oleh dua rudal di Teheran karena dikira sebagai target musuh.

Pesawat naas itu ditembak rudal setelah dua menit lepas landas di bandara Sabashahr di Teheran, tragedi memilukan itu menewaskan 176 orang.

8. Kecelakaan Bell 212 Tahun 2024 Menewaskan 8 Orang

Helikopter buatan Amerika Serikat Bell 212 yang mengangkut beberapa orang penting di Iran kecelakaan pada 19 Mei 2024, tragedi itu menewaskan 8 orang.

Selain presiden Iran Ebrahim Raisi, kecelakaan tersebut juga menewaskan sejumlah tokoh penting Iran seperti Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian, Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Malek Rahmati, imam salat Jumat Tabriz Mohammad Ali Alehashem.

Termasuk seluruh kru dari helikopter jenis Bell 212 yang tewas diantaranya pilot, kopilot, kepala kru, kepala keamanan dan beberapa pengawalan yang totalnya berjumlah delapan orang.

Diduga cuaca buruk menjadi faktor utama penyebab kecelakaan ini, di mana kabut tebal menyebabkan visibilitas atau pandangan menjadi sangat terbatas

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya