Palang Merah Internasional Terima 30 Ribu Permintaan Pencarian Orang Hilang Konflik Ukraina

Tim penyelamat berupaya mencari korban di reruntuhan bangunan tempat tinggal warga yang rusak akibat serangan rudal Rusia di Kota Kharkiv, Ukraina, Jumat, 6 Oktober 2023.
Sumber :
  • ANTARA/Reuters/Vitalii Hnidyi

Moskow - Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menerima hampir 30.000 permintaan pencarian orang hilang terkait konflik di Ukraina sejak Februari 2022, kata kepala Misi ICRC untuk Rusia Boris Michel kepada Sputnik.

img_title Ukraina 'Buka Kotak Pandora', Balasan Rusia Mengarah ke Skenario Bencana

“Pada akhir Juni kami telah menerima 29.800 permintaan pencarian orang hilang dari kerabat mereka, baik kalangan militer maupun warga sipil dari kedua pihak bertikai," kata Michel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sejak Februari 2022, kami telah memberi tahu 9.100 keluarga tentang nasib orang-orang terkasih mereka," ujarnya.

img_title Presiden Ukraina Vladimir Zelensky di Ujung Tanduk

VIVA Militer: Serangan rudal Ukraina di pantai Krimea

Photo :
  • marketwatch.com

ICRC berupaya merespons sebanyak mungkin permintaan tersebut, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengan otoritas, katanya.

img_title Sekjen PBB: Saya Prihatin

“Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk menemukan orang, mengidentifikasi mereka, memastikan bahwa mereka dapat dipulangkan ke negara asalnya dan dimakamkan,” ucap Michel.

Orang-orang yang hilang itu kemungkinan ditangkap, terluka, dibunuh atau pergi ke negara lain, sehingga sangat sulit untuk menemukan mereka, katanya menambahkan.

ICRC membuka Badan Pelacakan Pusat untuk isu-isu terkait konflik antara Rusia dan Ukraina pada Maret 2022 di Jenewa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

VIVA Militer: Serangan artileri roket militer Rusia di Ukraina

Photo :
  • 19fortyfive.com

Badan tersebut berfungsi sebagai mediator netral antara pihak-pihak bertikai, juga mengumpulkan, mengatur, dan menyebarkan informasi mengenai nasib dan keberadaan orang-orang yang hilang atau terpisah dari keluarganya. (ant)

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin

Vladimir Putin dan Donald Trump Berpotensi Ketemu di KTT APEC China, Momen Besar untuk Indonesia

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpeluang bertemu di sela-sela KTT APEC di China pada 18-19 November 2026.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut