Beredar Video Puluhan WNI Disekap di Myanmar, Diduga Jadi Korban TPPO

Video Puluhan WNI Disekap di Myanmar (Doc: Kemenkominfo)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Naypyidaw, VIVA – Sebuah video beredar di sosial media, yang memperlihatkan puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Menurut informasi dari Kemenkominfo, Senin, 9 September 2024, dari puluhan korban, ternyata ada dua korban berasal dari salah satu provinsi di Bali, Buleleng.

img_title Ikuti Syarat Ini Baru Sah Jadi 'WNI'

Informasi yang dihimpun Orari, para korban awalnya dijanjikan bekerja di Thailand. Namun justru berakhir bekerja di tempat tidak jelas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pak kita disekap di sini, di Myanmar. (Awalnya) kita ditawari kerja di Thailand, tau-tau (malah dibawa) di Myanmar," kata seorang pria di video tersebut.

img_title Gagal Pulang dari Hong Kong Gegara Erupsi Anak Krakatau, WNI Ini Malah Dapat Hotel Gratis dan Uang Makan

Ilustrasi garis polisi.

Photo :
  • Pixabay

Mereka mengaku tidak diperbolehkan kemana pun dan disekap. Tak hanya itu, para korban diperintahkan bekerja selama 15 jam sehari tanpa digaji.

img_title Warga Depok Masuk Daftar 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Imigrasi Bongkar Pengakuannya Saat Urus Paspor

"Kita di sini disekap, kita gabisa kemana-mana. Kita kerja gak digaji, disuruh kerja 15 jam, kalau gak sampe target kita dipukul, disiksa, distrum," jelas pria di dalam video tersebut.

Diketahui, dua warga asal Buleleng bernama Kadek Agus Ariawan dan Nengah Sunarya.

Video Puluhan WNI Disekap di Myanmar (Doc: Kemenkominfo)

Photo :

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketut Alit Suryawan yang merupakan kakak dari Kadek Agus Ariawan mengungkapkan, kejadian berawal dari pertengahan Juli 2024, yang mana Agus dijanjikan bekerja di sebuah restoran yang ada di Thailand oleh seorang warga Desa Jinengdalem bernama Komang Budayasa.

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra

Soal 8 WNI Gabung Tentara Rusia, Yusril: Informasi Sepihak dari Ukraina, Belum Tentu Benar

Menteri Yusril mengatakan proses verifikasi informasi mengenai 8 orang WNI yang diduga bergabung dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia masih berlangsung

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut