Laporan Terbaru, Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Diduga Masih Hidup

VIVA Militer: Komandan tertinggi Hamas Palestina, Yahya Sinwar
Sumber :
  • Middle East Eye

Gaza, VIVA – Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar disebut masih hidup dan diam-diam telah menjalin kontak dengan Qatar. Hal itu dilaporkan oleh media Israel, The Jerusalem Post, pada Senin, 7 Oktober 2024.

img_title Malaysia Waspadai Intel Israel di Negara Tetangga, Anwar Ibrahim Wanti-wanti Soal Ini

Perkembangan informasi itu terjadi beberapa hari setelah dilaporkan bahwa Israel sedang menyelidiki kemungkinan tewasnya Sinwar dalam serangan roket yang menghantam sebuah sekolah yang menampung warga Palestina yang mengungsi di Kota Gaza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang diplomat senior Qatar, secara eksklusif juga membantah pertemuan dengan Sinwar dan mengatakan bahwa laporan itu salah. Menurut diplomat itu, kontak itu terjalin melalui Khalil al-Hayah, seorang tokoh senior Hamas.

img_title Sengit! Eisenkot Tantang Netanyahu, Tegaskan Urusan Israel Tak Boleh Dicampuri Trump

VIVA Militer: Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar

Photo :
  • dailymail.co.uk

Lebih lanjut, dikatakan bahwa pejabat Qatar sebelumnya juga menyatakan bahwa mereka yakin Sinwar sedang berjalan mengelilingi para sandera sebelum akhirnya tewas.

img_title Selangkah Gulingkan Netanyahu, Oposisi Israel Usulkan Eisenkot Pimpin Pemerintahan Baru

Melansir dari India Today, Selasa, 8 Oktober 2024, Sinwar diduga tewas dalam serangan Israel pada 21 September di Gaza, karena ia sudah lama tidak melakukan kontak dengan saluran resmi.

Di lain sisi, militer Israel mengatakan serangan itu menargetkan pusat komando Hamas, tetapi otoritas kesehatan Palestina mengatakan bahwa perempuan dan anak-anak termasuk di antara 22 orang yang tewas dalam serangan itu.

Dalam sebuah laporan pada 22 September, Times of Israel mengatakan bahwa para pejabat saat itu juga sedang menyelidiki kemungkinan Sinwar tewas, dan menindaklanjuti informasi intelijen militer, seperti yang dilaporkan oleh jurnalis Israel Ben Caspit.

Yahya Sinwar, dalang di balik serangan 7 Oktober di Israel, memposisikan dirinya sebagai kepala Hamas pada Agustus tahun ini, setelah pendahulunya, Ismail Haniyeh, dibunuh dalam sebuah ledakan di Iran.

Lahir pada tahun 1962, Sinwar adalah anggota awal Hamas, yang dibentuk pada tahun 1987.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia memimpin bagian keamanan kelompok militan tersebut, yang berupaya menyingkirkan mata-mata Israel dari organisasi tersebut.

Namun, Ia ditangkap oleh Israel pada akhir tahun 1980-an dan mengakui telah membunuh 12 orang yang diduga kaki tangan, peran yang membuatnya mendapat julukan "Penjagal Khan Younis." Ia akhirnya dijatuhi hukuman empat kali penjara seumur hidup atas kejahatannya, termasuk pembunuhan 2 personel Israel.

pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot (kiri), PM Israel Netanyahu (kanan)

Memanas! Eisenkot Tuduh Netanyahu Tak Terima Kekalahan dan Berupaya Diskreditkan Hasil Pemilu

Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot, menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Partai Likud berupaya merusak kepercayaan publik terhadap hasil pemilu Israel

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut