Tolak Ide Donald Trump Terkait Relokasi Gaza, Senator AS Lontarkan Sindiran Menohok

Senator Amerika Serikat Bernie Sanders mengatakan pada Rabu, 18 September 2024, bahwa ia akan mengajukan undang-undang pekan depan untuk memblokir penjualan senjata serbu AS kepada Israel.
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu

Washington, VIVA – Senator Amerika Serikat Bernie Sanders, menolak pernyataan mantan Presiden Donald Trump terkait masa depan Gaza. Dia menegaskan bahwa wilayah yang porak-poranda akibat perang itu harus dibangun kembali untuk rakyat Palestina, bukan untuk investor kaya.

img_title Keji! Ibu Hamil Palestina di Gaza Tewas usai Ditembak Pasukan Israel

"Lebih dari 47.000 warga Palestina tewas. 111.000 lainnya terluka," tulis Sanders di platform X. "Respons Trump? Mengusir paksa warga Palestina agar Gaza bisa dijadikan ‘proyek real estate masa depan. Sebidang tanah yang indah.’ Tidak. Gaza harus dibangun kembali untuk rakyat Palestina, bukan untuk turis miliarder." kata Sanders

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih dari 423 Ribu Warga Palestina Pindah ke Gaza Utara

Photo :
  • Anadolu Ajansi

img_title Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir, Ramal Harga Minyak Dunia Bakal Anjlok

Pernyataan Sanders ini muncul setelah Trump, dalam sebuah wawancara yang disiarkan Senin, mengatakan bahwa warga Palestina yang meninggalkan Jalur Gaza yang terkepung berdasarkan rencana kepemilikannya yang kontroversial tidak akan diizinkan kembali.

"Kita akan membangun komunitas yang aman, sedikit jauh dari tempat mereka sekarang, di mana semua bahaya ini terjadi. Sementara itu, saya akan memiliki wilayah ini. Anggap saja ini sebagai proyek real estate untuk masa depan, sebidang tanah yang indah," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, menegaskan kembali usulannya untuk mengambil alih Gaza.

img_title China Murka ke CIA, Spionase Ekonomi AS Disebut 'Logika Bandit'

Ketika pewawancara bertanya secara langsung apakah warga Palestina akan memiliki "hak untuk kembali," Trump dengan tegas menjawab, "Tidak, mereka tidak akan bisa, karena mereka akan mendapatkan perumahan yang jauh lebih baik."

Rencana Kontroversial Trump untuk Gaza

Trump mengajukan proposalnya di tengah gencatan senjata yang menghentikan perang Israel di Gaza setelah 15 bulan.

Rencananya untuk mengambil alih Gaza mendapat penolakan luas di tingkat internasional, tetapi Trump bersikeras akan tetap menjalankannya, bahkan berulang kali mengeklaim bahwa ia dapat memaksa Mesir dan Yordania untuk menerima pengungsi Palestina, klaim yang telah dibantah secara terbuka oleh kedua negara serta oleh warga Palestina sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usulan Trump ini memiliki kemiripan kuat dengan gagasan yang sebelumnya dikemukakan oleh menantunya, Jared Kushner, pada Maret 2024.

Saat itu, mantan penasihat presiden tersebut memuji potensi properti Gaza yang dianggapnya "sangat berharga" karena lokasinya di tepi Laut Mediterania.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut