Tidak Ada Pengakuan Khusus dari Belanda

JANGAN DIPAKAI
JANGAN DIPAKAI
Sumber :
  • VIVAnews/Harriska Adiati

VIVAnews - Pengakuan tertulis dari Belanda atas kemerdekaan Indonesia tidak dibuat dalam dokumen khusus, melainkan merupakan bagian dari naskah Kemitraan Komprehensif kedua negara. Dokumen itu akan ditandatangani kedua pemerintah di tengah kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda, 5-7 Oktober 2010.

Demikian ungkap juru bicara Kementrian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, Selasa 5 Oktober 2010. Dia meluruskan persepsi dari pemberintaan sebagian media bahwa akan ada pengakuan khusus secara tertulis dari Belanda mengenai kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

"Ada [media] yang salah kutip pernyataan saya sebelumnya. Saya jelaskan kembali bahwa kepala pemerintah dari kedua negara akan menandatangani suatu dokumen kemitraan komprehensif. Di dalam naskah itu ada satu paragraf mengenai penerimaan Belanda secara politik dan moral atas proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945," kata Faizasyah saat dihubungi VIVAnews

"Jadi tidak ada suatu dokumen khusus pengakuan dari Belanda," lanjut Faizasyah, yang juga merangkap sebagai juru bicara Kepresidenan RI urusan luar negeri.

Menurut Faizasyah, perjanjian Kemitraan Komprehensif bilateral itu rencananya akan ditandatangani oleh Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Belanda, Jan Peter Balkenende. Selain itu, Yudhoyono juga akan disambut oleh Ratu Beatrix sebagai kepala negara Belanda.

Perjanjian kemitraan komprehensif itu penting bagi kedua negara untuk mengintensifkan sekaligus memperkuat kerjasama bilateral yang sudah terjalin serta menciptakan kerjasama dan koordinasi, baik di tingkat bilateral, regional dan internasional.