Trump Murka China Batalkan Kontrak Kerja Sama dengan Boeing

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sumber :
  • Agence France-Presse (AFP)

Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap China, menyusul dugaan pembatalan kesepakatan besar dengan perusahaan penerbangan Boeing.

img_title Trump Umumkan Setop Bantuan Militer untuk Israel, Posisi Netanyahu Makin Terancam?

Gedung Putih pada Selasa, 15 April 2025, menegaskan bahwa menurut Trump, beban untuk kembali berunding kini berada di tangan Beijing, bukan Washington.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bola ada di tangan China. China perlu membuat kesepakatan dengan kita. Kita tidak harus membuat kesepakatan dengan mereka,” demikian pernyataan Trump yang dibacakan oleh Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam pengarahan resmi.

img_title China-Pakistan Bangun Koridor Informasi, Mengapa Kesepakatan Ini Picu Kekhawatiran?

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt

Photo :
  • Al Jazeera

Leavitt menambahkan, “Tidak ada perbedaan antara China dan negara lain kecuali mereka jauh lebih besar.”

img_title Pejabat Militer Israel Ketar Ketir, Donald Trump Tiba Tiba Hentikan Bantuan Militer pada Tel Aviv

Pernyataan ini dilontarkan setelah Trump menuduh Beijing secara sepihak membatalkan kontrak besar dengan Boeing, menyusul laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa pemerintah China memerintahkan maskapai domestiknya untuk tidak menerima pengiriman jet dari perusahaan asal AS tersebut.

Selain itu, China juga dilaporkan meminta maskapai lokal untuk menghentikan pembelian suku cadang dan peralatan terkait pesawat dari perusahaan-perusahaan Amerika.

"Mereka baru saja mengingkari kesepakatan besar Boeing, dengan mengatakan bahwa mereka 'tidak akan mengambil alih' pesawat yang telah sepenuhnya dikomitmenkan," ujar Trump, dikutip dari The Sundaily, Rabu 16 April 2025.

Meski demikian, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi perjanjian tersebut.

Trump, yang kembali menjabat tahun ini, telah memperketat kebijakan perdagangan dengan tarif tinggi pada banyak negara.

Namun, tindakan paling keras diarahkan pada China, termasuk bea masuk tambahan hingga 145 persen pada berbagai produk impor dari Negeri Tirai Bambu.

Sementara itu, hubungan antara AS dan sekutunya juga ikut terdampak. Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengakui dalam wawancara dengan mingguan Jerman Die Zeit bahwa hubungan dengan Amerika Serikat kini menjadi “rumit” setelah Trump menerapkan tarif 10 persen pada Uni Eropa.

Ketika ditanya tentang peluang negosiasi dagang, von der Leyen menjawab, “Eropa menegaskan posisi kami dengan jelas, dan Amerika melakukan hal yang sama.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi Donald Trump dan kebijakan tarif mobil impor

Photo :
  • Carscoops

Di sisi lain, Kanada juga bergerak cepat menghadapi kebijakan dagang Trump. Pemerintah Ottawa menawarkan keringanan tarif bagi produsen mobil yang bersedia mempertahankan fasilitas produksinya di Kanada, sebuah respons atas kekhawatiran bahwa sektor manufaktur mereka akan hengkang ke AS.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut