WHO PHK Besar-besaran Imbas Pengurangan Anggaran dari AS

Ilustrasi PHK.
Sumber :
  • vstory

Washington, VIVA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan PHK besar-besaran, imbas defisit anggaran dan pendanaan dari Amerika Serikat (AS).

img_title Makin Ganas di Amerika, Mitchell Baker Cetak Dua Gol untuk Georgetown University

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa kekurangan dana yang mendadak telah memaksa lembaga tersebut untuk mengambil keputusan sulit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penurunan pendapatan yang tiba-tiba telah membuat kita mengalami kesenjangan gaji yang besar dan tidak ada pilihan, selain mengurangi skala pekerjaan dan tenaga kerja kita,” kata Tedros dalam pidatonya, dikutip dari CNA, Rabu 23 April 2025.

img_title Gawat, Data Chek Kesehatan Gratis Ungkap 380 Ribu Anak Indonesia Alami Depresi

Defisit ini terutama disebabkan oleh keputusan Amerika Serikat untuk tidak membayar iuran keanggotaan WHO untuk tahun 2024, serta kemungkinan besar untuk tahun 2025.

Padahal, AS merupakan kontributor terbesar dalam pendanaan WHO, dengan total kontribusi sukarela mencapai 1,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 21,8 triliun) untuk anggaran 2022-2023.

img_title Makin Gacor! Striker 197 Cm Timnas Indonesia Mitchell Baker Kembali Bikin Gebrakan di Amerika Serikat

“Penolakan AS untuk membayar kontribusi yang dinilai untuk tahun 2024 dan 2025, dikombinasikan dengan pengurangan bantuan pembangunan resmi oleh beberapa negara lain, berarti kita menghadapi kesenjangan gaji untuk tahun 2026 hingga 2027 antara US$ 560 juta (Rp943 miliar) atau US$ 650 juta (Rp1 triliun),” ujar Tedros.

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia/WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Photo :
  • WHO

Ia kemudian menyatakan bahwa jumlah tersebut mewakili sekitar 25 persen dari total gaji staf, namun bukan berarti akan memangkas jumlah posisi sebesar 25 persen.

Meskipun belum mengumumkan secara rinci jumlah posisi yang akan terdampak, Tedros mengakui sudah mengucapkan salam perpisahan kepada banyak rekan kerja dan menegaskan komitmen WHO untuk melakukan pengurangan secara manusiawi.

“Kami memulai dengan pengurangan manajemen senior. Kami mengurangi tim kepemimpinan senior di kantor pusat dari 12 menjadi 7,” tutur Tedros.

“Dan jumlah departemen akan dikurangi (lebih dari) setengahnya, dari 76 menjadi 34,” sambungnya.

Langkah efisiensi ini terutama akan berdampak pada kantor pusat WHO di Jenewa. Namun, kantor regional serta beberapa kantor di negara-negara juga diperkirakan akan ikut terdampak, bahkan berpotensi ditutup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini adalah keputusan yang sangat menyakitkan bagi kita semua,” katanya.

Sebagai upaya jangka panjang, negara-negara anggota WHO telah menyepakati peningkatan kontribusi tetap sejak 2022. Tanpa peningkatan itu, kontribusi yang dinilai hanya mencapai 746 juta dolar AS (sekitar Rp1,2 triliun) untuk dua tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut