Pidato Sidang PUIC, Prabowo Kisahkan Khalid bin Walid Hingga Al-Fatih

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang ke-19 Session of the Conference of the Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau Persatuan Parlemen Negara-Negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta, VIVA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengkisahkan sebuah cerita seorang ahli strategi dan taktik perang muslim yang hebat, yakni Khalid bin Walid.

img_title Danantara Sudah Tutup 364 BUMN, Rosan Roeslani: Target Akhir Tahun 700 Perusahaan

Ia menceritakan kisah tersebut dalam pidatonya saat membuka Sidang ke-19 Session of the Conference of the Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau Persatuan Parlemen Negara-Negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Mei 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan Khalid bin Walid merupakan simbol pengabdian total bagi umat Islam. Sebab, dia terkenal tak pernah kalah dalam setiap pertempuran dan perang.

img_title Tak Hanya Operasi Darat, BNPB Semai 3,9 Ton Dry Ice untuk Tangani Karhutla

"Seorang tokoh militer yang tidak pernah kalah dalam setiap peperangan dan pertempuran yang ia pimpin. Tidak ada satupun pertempuran yang ia kalah," kata Prabowo.

Namun, lanjut Prabowo, ketika diminta turun dari jabatannya, ia menerima keputusan itu tanpa ragu-ragu dan patuh kepada pemimpin serta kepada umatnya.

img_title Airlangga Ungkap Target Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Sasar 28 Juta Keluarga untuk Dongkrak Daya Beli

Prabowo mengatakan hal tersebut membuktikan bahwa kekuasaan sebenarnya adalah sebuah amanah bukan tujuan.

"Keikhlasan ini menunjukkan kepada kita bahwa kekuasaan bukan tujuan melainkan suatu amanah, suatu pelajaran penting bagi kita semua yang memegang peran kepimpinan hari ini dimana pun," ucap Prabowo.

Selain Khalid bin Walid, Kepala Negara juga menyoroti tokoh Islam, Salahuddin Al-Ayyubi sebagai sosok yang patut dijadikan panutan.

Menurutnya, Salahuddin tidak hanya dikenal sebagai penakluk Yerusalem, tetapi juga sebagai contoh pemimpin yang mengedepankan keadilan dan kemanusiaan, bahkan kepada musuh-musuhnya. 

“Salahuddin Al-Ayyubi penakluk Yerusalem mengajarkan kita tentang keadilan dan kebesaran hati. Saat berhasil merebut kota suci dari tentara Salib, ia tidak membalas dendam, bahkan ia memberi jaminan keamanan bagi musuh-musuhnya. Beliau memberi contoh selalu melindungi yang lemah, selalu melindungi yang tertindas,” kata Ketum Partai Gerindra itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam suasana ketidakpastian dunia, Presiden Prabowo menegaskan keteladanan seperti Salahuddin sangat relevan. Ia mengatakan, kekuatan seorang pemimpin sejati terletak pada kasih sayang, empati, dan tekad untuk melindungi yang lemah. Ini, katanya, adalah pelajaran penting bagi para pemimpin Muslim masa kini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut