Hamas Bebaskan Seluruh Sandera Israel yang Masih Hidup

Hamas membebaskan 24 orang sandera yang dievakuasi dengan mobil Red Cross
Sumber :
  • The New York Times/Saher Alghorra

Gaza, VIVA – Kelompok pejuang Palestina Hamas membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup  setelah lebih dari dua tahun ditawan di Gaza, Senin, 13 Oktober 2025, menurut koresponden Anadolu.

img_title Ancaman Bom, Pesawat dari Tel Aviv ke Wina Mendarat Darurat di Bulgaria

Para sandera itu diserahkan kepada tim Palang Merah di Jalur Gaza dalam dua kelompok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata 20 poin antara Israel dan Hamas yang dimediasi oleh Trump, pembebasan sandera Israel itu ditukar dengan pembebasan 1.968 tahanan Palestina, termasuk 250 orang yang divonis seumur hidup.

img_title Laporan UNICEF: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 340 Anak di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Kantor Media Tahanan Palestina melaporkan pada Senin bahwa pembebasan para tahanan Palestina juga telah dimulai, setelah bus-bus yang membawa mereka meninggalkan penjara-penjara Israel menuju Gaza dan Tepi Barat.

Sebelumnya, para menteri Israel telah menyetujui daftar 1.718 tahanan Palestina yang juga akan dibebaskan. Pembebasan ini akan menyusul penyerahan 28 sandera Israel yang telah tewas.

img_title Brutal! 3 Juta Buku Lenyap akibat Serangan Israel di Lebanon, Puluhan Perpustakaan Hancur

VIVA Militer: Pasukan Hamas Palestina

Photo :
  • Associated Press (AP)

Hari itu dimulai dengan Hamas yang mengeluarkan daftar 20 sandera yang masih hidup – semuanya laki-laki – yang akan mereka bebaskan. Daftar ini memberikan konfirmasi pertama yang tegas kepada banyak keluarga bahwa orang yang mereka cintai tidak tewas.

Kemudian, kerumunan di "alun-alun sandera" di Tel Aviv pada Senin pagi bersorak sorai tak lama setelah pukul 08.15 waktu setempat, ketika diumumkan dari panggung bahwa tujuh sandera pertama yang masih hidup telah diserahkan kepada Palang Merah.

Tawanan Israel yang dibebaskan Hamas diidentifikasi oleh media Israel adalah Matan Engerst, Guy Gilboa Dalal, Alon Ohel, Gali dan Zivi Berman, Eitan Mor, dan Omari Moran.

Jude Frajdenrajch, 55, sambil mengibarkan bendera Israel, berkata: "Saya datang ke sini setiap Sabtu ke alun-alun. Saya hanya ingin melihat mereka keluar."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum menaiki Air Force One menjelang kunjungannya ke Yerusalem di mana ia akan berpidato di hadapan Knesset pada Senin malam, parlemen Israel, Presiden AS Donald Trump telah menyatakan perang di Gaza "berakhir".

Trump telah memerintahkan militer AS beroperasi di sebuah pangkalan militer Israel pada Minggu, untuk memantau pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, sebut laporan media Israel.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut