Hamas Bantah Serang Pasukan Israel, Tuding Netanyahu Ingkar Janji

VIVA Militer: Pasukan Hamas Palestina
Sumber :
  • REUTERS/Mohammed Salem

Gaza, VIVA – Kelompok pejuang Hamas membantah telah melakukan penembakan terhadap pasukan Israel di Rafah, Jalur Gaza, yang memicu serangan Israel di kawasan kantong tersebut pada Selasa, 28 Oktober 2025. Hamas menuding  Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata.

img_title Serangan di Gereja Yordania Tewaskan 8 Orang, Raja Abdullah Janji Balas Pelaku

Dalam pernyataannya pada Selasa, kelompok perlawanan Palestina itu memastikan komitmen mereka terhadap perjanjian tersebut, yang telah ditandatangani di Mesir dengan dukungan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pengeboman kriminal yang dilakukan oleh tentara pendudukan fasis (Israel) di sebagian wilayah Jalur Gaza merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata," kata Hamas.

img_title Ancaman Bom, Pesawat dari Tel Aviv ke Wina Mendarat Darurat di Bulgaria

Bangunan tempat tinggal di Rafah jadi sasaran gempuran rudal Israel

Photo :
  • AP Photo/Fatima Shbair

Tentara Israel melancarkan rentetan serangan udara dan artileri di Jalur Gaza pada Selasa, setelah pemimpin Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan ke wilayah kantong itu karena dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.

img_title Laporan UNICEF: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 340 Anak di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Media Israel mengatakan eskalasi terjadi setelah pasukan mereka diserang penembak jitu dan peluru anti-tank di Rafah.

Hamas meminta para mediator perjanjian untuk "segera bertindak menekan Israel, mencegah eskalasi brutal terhadap warga sipil, menghentikan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata, dan memastikan kepatuhan penuh terhadap segala ketentuannya."

Sebelumnya diberitakan, sembilan orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Selasa malam, 28 Oktober 2025, yang menandai pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas.  

Serangan Israel menghantam sebuah rumah di kawasan permukiman Sabra di Kota Gaza yang berada di dalam "garis kuning" dan menewaskan empat orang, sementara beberapa lainnya hilang tertimbun reruntuhan, menurut sumber.

"Garis kuning" mengacu pada zona di mana pasukan Israel telah menarik pasukannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Garis itu membentang dari Kegubernuran Gaza Utara hingga pinggiran Rafah.

Lima warga Palestina lainnya tewas ketika pasukan Israel menyerang sebuah kendaraan di Khan Younis, yang juga berada di dalam "garis kuning" di Gaza selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diberlakukan di Gaza sejak 10 Oktober berdasarkan rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.

Fase pertama kesepakatan itu mencakup pertukaran sandera dan tahanan. Fase berikutnya adalah rekonstruksi Gaza dan pembentukan pemerintahan baru tanpa melibatkan Hamas. ktober 2023.

Ilustrasi bendera Israel.

4 Negara Kompak Bilang Israel Biang Kerok Ketidakstabilan Timur Tengah

Menteri luar negeri Arab Saudi, Turkiye, Mesir, dan Pakistan menyatakan bahwa pendudukan Israel menjadi sumber utama ketidakstabilan di kawasan dan sekitarnya

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut