Israel Semprot Turki yang Ingin Tangkap Netanyahu: Perintah Konyol!
- france24.com
Tel Aviv, VIVA – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengecam penerbitan surat perintah penangkapan oleh Turki terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan 36 anggota senior politik dan militer Israel lainnya atas tuduhan "genosida".
Dalam sebuah unggahan di X/Twitter pada hari Minggu, 9 November 2025, ia menyatakan bahwa dakwaan tersebut akan lebih tepat diterapkan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
"Ambil surat perintah penangkapan yang konyol itu dan pergilah dari sini," tulis Katz, baik dalam unggahan berbahasa Turki maupun Ibrani dilansir Jerusalem Post, Senin.Â
Surat perintah tersebut "lebih tepat untuk pembantaian yang telah Anda lakukan terhadap suku Kurdi," tuduh Katz dalam pesan yang ia tujukan kepada Erdogan. Â
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
- Pool Photo via AP
Erdogan "hanya akan dapat melihat Gaza melalui teropong," tambah Katz, menolak usulan bahwa pasukan militer Turki dapat menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian Gaza.
"Israel kuat dan tak kenal takut," tegas Katz, sambil membagikan gambar Erdogan yang dihasilkan AI yang sedang melihat Gaza melalui teropong dengan bendera Israel di atas lensa.
Sebelumnya, Pengadilan Istanbul pada hari Jumat mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 37 tersangka, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida di Gaza, serta terhadap kapal Global Sumud Flotilla yang disita pada bulan Oktober.
Surat perintah tersebut dikeluarkan atas permintaan Kejaksaan Agung Istanbul, yang dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa akibat genosida sistematis dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh negara Israel di Gaza hingga saat ini, ribuan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, telah kehilangan nyawa, ribuan lainnya terluka, dan permukiman menjadi tidak dapat digunakan.
"Sejak 7 Oktober 2023, tindakan semacam itu terus meningkat setiap harinya. Serangan terhadap Rumah Sakit Baptis Al-Ahli pada 17 Oktober 2023 merenggut 500 nyawa; pada 29 Februari 2024, tentara Israel dengan sengaja menghancurkan peralatan medis; pada 21 Maret 2025, Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina dibom; banyak fasilitas kesehatan lain juga diserang dengan cara serupa; Gaza diblokade, dan para korban tidak mendapatkan akses ke bantuan kemanusiaan," tulis pengadilan Istanbul dilansir Anadolu, Minggu, 9 November 2025.