Korban Tewas Banjir Sri Lanka Tembus 618 Orang

Bencana banjir di Sri Lanka
Sumber :
  • Sri Lanka Navy

Kolombo, VIVA – Sri Lanka mengeluarkan peringatan baru terkait potensi longsor setelah hujan deras kembali mengguyur wilayah-wilayah yang baru saja porak-poranda akibat siklon kuat. Jumlah korban tewas di negara itu kini mencapai 618 jiwa, sementara total korban di berbagai negara Asia telah melampaui 1.800 orang.

img_title Alasan Bantuan Sanitasi Penting Setelah Bencana, Ini Dampaknya!

Pusat Manajemen Bencana (DMC) Sri Lanka pada Minggu memperingatkan bahwa badai monsun memperparah kondisi tanah dan membuat lereng perbukitan semakin tidak stabil, terutama di wilayah pegunungan tengah dan dataran tengah barat laut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih dari dua juta warga — hampir 10 persen populasi — terdampak banjir dan tanah longsor yang dipicu krisis iklim, menyusul terjangan Siklon Ditwah yang disebut sebagai yang terburuk melanda pulau tersebut dalam satu abad terakhir.

img_title DEN Wanti-Wanti Prabowo soal El Nino dan La Nina, Ini Dampaknya bagi Pangan Indonesia

Banjir bandang terjang Sri Lanka

Photo :
  • Ist

Misi penyelamatan terus berlangsung. Helikopter dan pesawat dikerahkan untuk menjangkau komunitas yang terisolasi akibat longsor di wilayah tengah negara itu.

img_title Hasil KPK Geledah Kantor BNPB dan 7 Lokasi: Sita Uang, Perhiasan hingga 3 Mobil

Angkatan Udara Sri Lanka mengonfirmasi telah menerima satu pesawat penuh bantuan kemanusiaan dari Myanmar, menambah gelombang bantuan internasional yang terus berdatangan.

Pemerintah Sri Lanka mencatat sedikitnya 618 orang meninggal dunia, dengan 464 korban berasal dari wilayah perkebunan teh di kawasan tengah. Sebanyak 209 orang masih dilaporkan hilang.

Jumlah pengungsi di kamp-kamp yang dikelola pemerintah berangsur menurun menjadi sekitar 100.000 orang, dari puncaknya yang mencapai 225.000, seiring air banjir mulai surut.

Kerusakan infrastruktur masif. Lebih dari 75.000 rumah mengalami kerusakan, hampir 5.000 di antaranya hancur total.

Seorang pejabat senior memperkirakan biaya pemulihan dan rekonstruksi bisa menembus 7 miliar dolar AS.

Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan sedang mempertimbangkan permintaan tambahan dana darurat sebesar 200 juta dolar AS guna mendukung proses rekonstruksi Sri Lanka.

Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake, mengakui kondisi ekonomi negaranya mulai pulih, namun belum cukup kuat untuk menghadapi gelombang bencana besar kali ini tanpa bantuan internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Indonesia, situasi tak kalah dramatis. Banjir dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra telah merenggut lebih dari 900 korban jiwa.

Di Aceh Tamiang, para penyintas terpaksa berjalan kaki hingga satu jam melewati puing-puing kayu dan bangkai kendaraan demi mencari bantuan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut