800 Ribu Orang Tewas Tiap Tahun, tapi Bukan akibat Perang

Ilustrasi kematian.
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, VIVA – Delapan ratus ribu orang tewas setiap tahun. Artinya, satu dari sebelas orang mengalami kematian dan penyebabnya bukan akibat perang.

img_title Bicara di Harvard, JK Ingatkan soal Perang Dunia hingga Korupsi yang Menekan Ekonomi Indonesia: Uang Saja Tidak Cukup!

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan bahwa korban yang dialami warga Eropa sebanyak itu karena konsumsi alkohol berlebihan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam lembar fakta baru WHO yang diterbitkan pada 28 Desember 2025, seperti dikutip dari situs Russia Today, mengatakan jika Eropa memiliki "tingkat konsumsi alkohol tertinggi di dunia," dengan minum alkohol memberikan kontribusi besar terhadap kematian dini dan cedera.

img_title Lagi Asyik Main Sepeda, Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Motor! Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri Setelah Sempat Kabur

Hampir 145 ribu kematian akibat cedera di wilayah tersebut disebabkan oleh alkohol, demikian laporan WHO. Kategori terbesar adalah tindakan melukai diri sendiri, cedera akibat kecelakaan lalu lintas, dan jatuh.

Menurut WHO, konsumsi alkohol juga terkait erat dengan kekerasan antarpribadi, termasuk penyerangan dan kekerasan dalam rumah tangga, dan diidentifikasi sebagai faktor utama penyebab kematian akibat cedera kekerasan di seluruh wilayah tersebut.

img_title Pikap Terguling Dihantam Mobilio di Depan Kedubes Malaysia, 1 Tewas dan Penumpang Lain Kritis

Parahnya, generasi muda, remaja dan dewasa muda, sangat berisiko, karena alkohol mempengaruhi perkembangan otak dan pengambilan keputusan selama masa remaja dan awal dewasa.

WHO juga mengatakan minum alkohol dapat mengganggu daya ingat dan kemampuan belajar, serta meningkatkan risiko bahaya jangka panjang, termasuk gangguan penggunaan alkohol dan masalah kesehatan mental lainnya.

Di kalangan mereka inilah, alkohol tetap menjadi faktor risiko utama penyebab kecacatan akibat cedera dan kematian dini.

“Alkohol adalah zat beracun yang tidak hanya menyebabkan tujuh jenis kanker dan penyakit tidak menular lainnya, tetapi juga mengganggu penilaian dan pengendalian diri, memperlambat waktu reaksi, mengurangi koordinasi, dan mendorong perilaku pengambilan risiko,” kata Carina Ferreira-Borges, Penasihat Regional untuk Alkohol, Narkoba Terlarang, dan Kesehatan Penjara WHO untuk Eropa.

Inilah mengapa, lanjut dia, alkohol terlibat dalam begitu banyak cedera dan kematian akibat cedera yang sebenarnya dapat dicegah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data menunjukkan bahwa negara-negara Eropa Timur menyumbang sekitar setengah dari semua kematian akibat cedera yang disebabkan oleh alkohol, dibandingkan dengan kurang dari 20 persen di bagian barat dan selatan wilayah tersebut.

Di Rusia, kebiasaan minum telah bergeser selama dua dekade terakhir, dengan persentase orang yang tidak mengonsumsi alkohol hampir berlipat ganda, menurut survei terbaru WHO. Data tersebut juga menunjukkan bahwa bir, bukan vodka, tetap menjadi minuman beralkohol yang paling umum dikonsumsi.

Ilustrasi virus.

Apa Itu Virus Shamonda yang Bikin Geger Prancis? Pasien Pertama yang Terinfeksi Meninggal Dunia

Prancis melaporkan kasus pertama virus Shamonda pada manusia setelah seorang pasien meninggal dunia. WHO menyebut kasus ini terisolasi dan kecil kemungkinan menyebar luas

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut