PM Inggris Tegaskan Tak Goyah soal Greenland, Meski Diancam Tarif AS

VIVA Militer: Perdana Menteri Inggris, Sie Keir Starmer
Sumber :
  • The Wall Street Journal

London, VIVA – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak akan goyah dalam mempertahankan prinsip dan nilai-nilainya terkait masa depan Greenland, meskipun menghadapi ancaman tarif dari Amerika Serikat.

img_title Trump Ancam Bikin AS Defisit Perdagangan Jika The Fed Tak Pangkas Suku Bunga

"Saya tidak akan mengalah, Inggris tidak akan mengalah dalam prinsip dan nilai kami mengenai masa depan Greenland di bawah ancaman tarif," kata  Starmer dalam sesi tanya jawab mingguan Perdana Menteri di House of Commons, Rabu, 21 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penegasan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump pekan lalu yang menyebut Washington akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa, termasuk Inggris, mulai 1 Februari. 

img_title Serangan AS Tewaskan Warga Sipil di Iran, Wapres AS Bilang 'Tak Sengaja'

Tarif itu disebut akan meningkat menjadi 25 persen pada Juni, hingga tercapai kesepakatan yang disebut Trump sebagai "pembelian penuh dan total Greenland."

Menanggapi kritik Trump pada Selasa terhadap kesepakatan Inggris mengenai Kepulauan Chagos, Starmer mengatakan pernyataan tersebut dibuat "secara khusus untuk memberi tekanan kepada saya dan Inggris" terkait sikap London terhadap Greenland.

img_title Iran Serang Pangkalan Militer AS di UAE dan Kuwait

Ia juga menambahkan bahwa pernyataan Trump yang menyebut kesepakatan Chagos sebagai "tindakan kebodohan besar" bertolak belakang dengan "kata-kata sambutan dan dukungan" yang sebelumnya disampaikan Presiden AS tersebut.

Selain itu, Starmer menyoroti pernyataan pemimpin Partai Konservatif sekaligus oposisi utama, Kemi Badenoch, mengenai kesepakatan Chagos. Ia menuding Badenoch telah "mendukung argumen yang dimaksudkan untuk melemahkan posisi Inggris soal Greenland."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Mei lalu, Inggris menandatangani kesepakatan untuk menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius sebagai imbalan atas jaminan keberlanjutan pangkalan militer strategis Inggris-AS.

Melalui perjanjian itu, negara Afrika Timur tersebut memperoleh kendali atas Kepulauan Chagos, sementara Amerika Serikat dan Inggris tetap dapat mengoperasikan pangkalan militer strategis Diego Garcia selama 99 tahun ke depan.

Presiden AS Donald Trump

Trump Pede Jalur Pipa Minyak Suriah Bakal Gantikan Peran Krusial Selat Hormuz

Trump mengatakan, peran Selat Hormuz akan berkurang di masa depan, seiring beroperasinya jaringan pipa baru & jalur alternatif pengangkutan minyak lainnya di Timur Tengah

img_title
VIVA.co.id
6 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut