Donald Trump Sebut Netanyahu Harus Diampuni Atas Kasus Korupsinya

Benjamin Netanyahu dan Donald Trump
Sumber :
  • Reuters

Amerika Serikat, VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu seharusnya menerima pengampunan atas tuduhan korupsi. Dalam pernyataannya pada Kamis 12 Februari kemarin di Gedung Putih, Trump bahkan tak segan mengatakan bahwa sikap Presiden Israel, Issac Herzog yang 
hingga kini menolak memberikan pengampunan kepada Netanyahu, adalah sesuatu yang memalukan.

img_title Pejabat Militer Israel Ketar Ketir, Donald Trump Tiba Tiba Hentikan Bantuan Militer pada Tel Aviv

"Anda punya seorang presiden yang menolak memberinya pengampunan. Menurut saya, orang itu seharusnya merasa malu. Pengampunan atas persidangan yang sedang berjalan ini. Presiden Israel, kewenangan utamanya adalah memberikan pengampunan," kata Trump kepada wartawan di Oval Office dikutip dari laman Anadolu, Jumat 13 Februari 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump sendiri menduga alasan Herzog tak memberikan pengampunan kepada Netanyahu lantaran takut kehilangan kekuasaan.

img_title Donald Trump Disebut Bakal Tak Berkutik, Rakyat AS Datangi TPS Salurkan Suara untuk Pemilu Sela

"Ia bilang sudah memberikannya lima kali dalam kasus berbeda, tapi kali ini tidak mau, mungkin karena takut kehilangan kekuasaannya. Saya pikir rakyat Israel seharusnya benar-benar mempermalukannya. Tidak memberikannya (pengampunan terhadap Netanyahu) itu memalukan," tambah Trump.

Sebagai informasi, Netanyahu secara resmi mengajukan permohonan pengampunan pada 30 November tahun lalu. Ia meminta pembebasan dari dakwaan korupsi tanpa mengakui kesalahan maupun mundur dari kehidupan politik.

img_title Memanas! Eisenkot Tuduh Netanyahu Tak Terima Kekalahan dan Berupaya Diskreditkan Hasil Pemilu

Menanggapi hal itu, kantor Herzog menegaskan tidak ada pengaruh dari tekanan eksternal maupun internal dalam bentuk apa pun saat memutuskan hal itu.

"Sebagai penjelasan, permohonan perdana menteri saat ini sedang ditinjau oleh Kementerian Kehakiman untuk mendapatkan pendapat hukum sesuai prosedur yang berlaku. Setelah proses tersebut selesai, Presiden Herzog akan mempertimbangkan permohonan itu sesuai hukum, demi kepentingan terbaik Negara Israel, berdasarkan hati nuraninya, serta tanpa pengaruh tekanan eksternal maupun internal apa pun," demikian pernyataan kantor presiden, seperti dikutip surat kabar The Times of Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak persidangan dimulai, Netanyahu secara konsisten membantah seluruh tuduhan. Namun, berdasarkan hukum Israel, pengampunan presiden hanya bisa diberikan jika yang bersangkutan mengakui kesalahan.

Perdana Menteri Netanyahu menghadapi dakwaan dalam tiga perkara terpisah yang dikenal sebagai Kasus 1000, Kasus 2000, dan Kasus 4000. Dakwaan tersebut diajukan pada akhir November 2019 oleh Jaksa Agung saat itu, Avichai Mandelblit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut