Menlu AS: Trump Lebih Suka Berunding daripada Perangi Iran

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio
Sumber :
  • Anadolu

Washington, VIVA – Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa Presiden Donald Trump lebih memilih menyelesaikan masalah dengan Iran melalui negosiasi, termasuk bila pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ingin menemui Trump.

img_title Makin Ganas di Amerika, Mitchell Baker Cetak Dua Gol untuk Georgetown University

“Presiden telah mengatakan bahwa pilihannya adalah mencapai kesepakatan dengan Iran. Meskipun itu sangat sulit, dia akan mencoba. Itulah yang sedang kami coba lakukan saat ini,” kata Rubio dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Sabtu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rubio mengatakan bahwa antarnegara perlu saling berinteraksi, seraya menegaskan bahwa ia bekerja “di bawah seorang presiden yang bersedia bertemu dengan siapa pun.”

img_title Jika Perang Kembali Pecah, Garda Revolusi akan Targetkan Kabel Internet di Selat Hormuz

“Saya cukup yakin untuk mengatakan bahwa jika Ayatollah (Ali Khamenei) ingin bertemu dengan Presiden Trump besok, presiden akan menemuinya, bukan karena ia setuju dengan Ayatollah, tetapi karena ia berpikir itulah cara untuk menyelesaikan masalah di dunia,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan tentang pengerahan kapal induk AS kedua ke Timur Tengah, Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, yang menurutnya merupakan ancaman bagi AS, Eropa, kawasan, dan keamanan global.

img_title Gianni Infantino Ditekan UEFA, Gaji hingga Hubungan dengan Donald Trump Jadi Masalah

“Jelas, kami ingin memiliki pasukan di kawasan ini karena Iran telah menunjukkan kemauan dan kemampuan untuk menyerang dan melancarkan serangan terhadap kehadiran Amerika Serikat di kawasan ini,” katanya.

Menlu AS itu menekankan bahwa Washington memiliki pangkalan karena aliansi mereka di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Iran telah menunjukkan di masa lalu bahwa mereka bersedia menyerang dan/atau mengancam pangkalan kita,” katanya.

Rubio menambahkan bahwa AS harus memiliki “kekuatan tembak yang cukup di kawasan ini untuk memastikan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan dan menyerang kita serta memicu sesuatu yang lebih besar.” (Ant)

Presiden Prancis, Emmanuel Macron di sela-sela kunjungan di Qatar

Macron Kritik Pedas Trump dan Netanyahu soal Kerusuhan Prancis yang Dikaitkan dengan Imigran Islam

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik para pemimpin dunia yang melontarkan komentar “bodoh” terkait kerusuhan dan penjarahan di sela demonstrasi Sabtu lalu

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut