Rusia Berniat jadi Mediator Perdamaian AS dengan Iran

Bendera Rusia.
Sumber :
  • ANTARA FOTO

Moskow, VIVA – Perwakilan tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina Mikhail Ulyanov mengatakan, Rusia siap menjadi mediator dalam perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) jika memang diperlukan.

img_title Iran-AS Belum Resmi Berdamai, Harga Minyak Dunia Sehari Jatuh Terendah Dalam Tiga Bulan Terakhir

"Tentu saja, jika diperlukan, Rusia siap memberikan layanan mediasi," kata Ulyanov kepada surat kabar Rusia, Izvestia, seperti dilaporkan Xinhua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, sang diplomat menilai pembaruan dialog AS-Iran tampak mustahil dilakukan untuk saat ini, tetapi penting untuk selalu diupayakan.

img_title Ledakan Terdengar di Iran saat Negosiasi dengan AS Berlangsung, Apa yang Terjadi di Selat Hormuz?

Menurut Ulyanov, tujuan inti dari kedua belah pihak yakni tujuan Washington untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir dan tuntutan Teheran untuk pencabutan sanksi, tidak akan dapat dicapai melalui adu kekuatan militer.

Ulyanov yakin Iran akan menyambut baik mediasi Rusia. Namun, dia menambahkan, AS telah menjelaskan pihaknya tidak membutuhkan perantara karena yakin dapat mengatasi masalah ini sendiri.

img_title Perang AS-Iran Masuk Bulan Kesembilan, Vance Ungkap Syarat Damai soal Nuklir

"Nyatanya, Amerika menangani masalah ini dengan sangat buruk," kata Ulyanov. 

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei beserta anggota keluarganya usai diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan tersebut dikutip dari nota belasungkawa Putin kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang dirilis Kremlin pada Minggu, 1 Maret 2026.

Dalam pernyataannya, Putin mengecam pembunuhan Ali Khamenei dan anggota keluarganya sebagai tindakan “sinis” yang melanggar norma kemanusiaan dan hukum internasional.

"Mohon terima belasungkawa terdalam saya sehubungan dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya, yang dilakukan dengan pelanggaran sinis terhadap semua norma moralitas manusia dan hukum internasional,” kata Putin melalui pernyataannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Putin menegaskan Ali Khamenei bakal dikenang di Rusia sebagai negarawan terkemuka yang berkontribusi besar dalam mempererat hubungan persahabatan Rusia–Iran hingga mencapai tingkat kemitraan strategis komprehensif.

Putin juga meminta agar simpati dan dukungannya disampaikan kepada keluarga Khamenei, pemerintah, serta seluruh rakyat Iran. (Ant)

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra

Yusril Buka Suara soal Maraknya WNI Jadi Tentara Rusia, Ingatkan Hal Ini

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra buka suara terkait penyebab WNI yang bergabung dengan militer Rusia

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut