AS Ingin Singkirkan Presiden Kuba

Wakil Presiden Miguel Diaz-Canel gantikan Raul Castro jadi Presiden Kuba - AFP
Sumber :
  • bbc

Washington, VIVA – Amerika Serikat ingin menyingkirkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, tetapi akan menyerahkan langkah selanjutnya kepada rakyat Kuba, The New York Times melaporkan.

img_title Makin Ganas di Amerika, Mitchell Baker Cetak Dua Gol untuk Georgetown University

Mengutip sejumlah sumber, laporan itu menyebutkan Washington saat ini tidak berupaya mengambil tindakan terhadap keluarga Castro, tetapi telah menegaskan kepada Havana bahwa tidak akan ada kesepakatan apa pun selama Diaz-Canel masih menjabat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah pejabat dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump meyakini bahwa pencopotan pemimpin Kuba itu bisa membuka peluang perubahan struktural dalam ekonomi negara tersebut, yang dinilai kecil kemungkinan didukung oleh Diaz-Canel.

img_title Gianni Infantino Ditekan UEFA, Gaji hingga Hubungan dengan Donald Trump Jadi Masalah

Pada akhir Januari, Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberi kewenangan kepada Washington untuk mengenakan tarif impor terhadap barang dari negara yang memasok minyak ke Kuba.

Langkah itu juga disertai penetapan status darurat dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional yang diduga berasal dari Havana.

img_title Trump Kembali Disorot karena Retorika soal Muslim, Kini Ejek Nama 'Mohammad'

Pemerintah Kuba menuduh AS berupaya menekan perekonomian negara Karibia tersebut dan memperburuk kondisi hidup masyarakatnya.

Miguel Diaz-Canel, politikus senior Partai Komunis Kuba, menjabat sebagai Presiden Kuba sejak April 2018 setelah menggantikan Raúl Castro. Sebelum menjadi presiden, ia menempati posisi Wakil Presiden Pertama Dewan Negara dan Dewan Menteri pada periode 2013–2018. (Ant)

Presiden Prancis, Emmanuel Macron di sela-sela kunjungan di Qatar

Macron Kritik Pedas Trump dan Netanyahu soal Kerusuhan Prancis yang Dikaitkan dengan Imigran Islam

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik para pemimpin dunia yang melontarkan komentar “bodoh” terkait kerusuhan dan penjarahan di sela demonstrasi Sabtu lalu

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut