Mojtaba Khamenei Dikabarkan Tak Sadarkan Diri, Bagaimana Nasib Iran ke Depan?

Putra Ali Khamenei, Mojtaba Hosseini Khamenei
Sumber :
  • New York Times

VIVA –Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei dilaporkan dalam kondisi tidak berdaya dan sedang menjalani perawatan medis di kota suci Qom. Informasi ini mengacu pada laporan intelijen yang dikutip oleh The Times, dan kembali memunculkan pertanyaan soal struktur kepemimpinan Iran di tengah perang yang masih berlangsung.

img_title Trump Pede Jalur Pipa Minyak Suriah Bakal Gantikan Peran Krusial Selat Hormuz

Sebuah memo diplomatik yang disebut bersumber dari intelijen Amerika Serikat dan Israel, serta dibagikan kepada negara-negara sekutu di kawasan Teluk, menyebutkan bahwa Khamenei tidak sadarkan diri dan mengalami kondisi medis yang parah, sehingga tidak dapat menjalankan tugas pengambilan keputusan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi serius dan tidak mampu terlibat dalam pengambilan keputusan pemerintahan,” demikian isi memo tersebut, seperti dikutip dalam laporan tersebut dikutip dari laman News18, Selasa 7 April 2026.

img_title Bocornya Informasi soal AS Kekurangan Amunisi dalam Perang Iran Bikin 50 Staf Pentagon Diperiksa

Memo itu juga disebut untuk pertama kalinya mengungkap lokasi sang pemimpin, yakni di Qom, kota yang dianggap suci dalam Islam Syiah dan dikenal sebagai pusat keagamaan Iran.

Pertanyaan soal Struktur Komando di Tengah Perang
Laporan Associated Press menyebutkan bahwa masih ada tanda tanya besar terkait kepemimpinan Iran. Mojtaba Khamenei belum pernah terlihat di depan publik sejak diangkat menjadi pemimpin tertinggi, sementara pejabat AS menyatakan ia memang terluka dalam perang.

img_title Iran Makin Berani Lawan AS, Bertekad Lanjutkan Konflik!

Menurut laporan tersebut, Garda Revolusi Iran dan unit militer lainnya tampak beroperasi tanpa struktur komando pusat yang jelas.

Selain itu, setiap kesepakatan gencatan senjata yang tidak memuaskan kelompok garis keras berisiko memperdalam perpecahan di dalam kepemimpinan politik Iran.

Reuters sebelumnya melaporkan pada 31 Maret bahwa Duta Besar Rusia untuk Iran mengatakan kepada RTVI bahwa Mojtaba Khamenei masih berada di dalam negeri, tetapi menghindari tampil di depan publik karena alasan yang bisa dimengerti.

Reuters juga menyoroti bahwa Rusia memiliki hubungan erat dengan Iran, termasuk perjanjian kemitraan strategis yang ditandatangani tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketidakpastian Kepemimpinan Masih Berlanjut

Memo yang dikutip The Times itu juga menyebut otoritas Iran kemungkinan berupaya mencegah gangguan selama prosesi pemakaman Ali Khamenei, di tengah kekhawatiran adanya warga yang mencoba mengacaukan acara atau merusak makam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut