Donald Trump Ngeles Disebut Penjahat Perang

Presiden AS Donald Trump merilis penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Sumber :
  • White House

VIVA – Pemerintahan Trump berupaya menghindari tuduhan kejahatan perang dalam penyerangan ke berbagai infrastruktur sipil Iran, ungkap Politico mengutip dua pejabat Pentagon tanpa menyebutkan identitas mereka.

img_title Mehrdad Akhlaqi Ketabchi Jadi Menteri Pertahanan Baru Iran, Langsung Peringatkan Trump

Menurut Politico, Pentagon saat ini sedang meninjau daftar fasilitas energi Iran, termasuk beberapa diantaranya yang juga memasok militer selain warga sipil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terjadi perdebatan sengit di Pentagon mengenai batas antara target militer dan sipil, ungkap laporan itu.

img_title Trump Kembali Disorot karena Retorika soal Muslim, Kini Ejek Nama 'Mohammad'

Sebagai contoh, beberapa pejabat di Washington meyakini bahwa serangan pabrik desalinasi air dapat dianggap sebagai target karena militer juga membutuhkan air minum, tambah laporan itu.

Pada acara Paskah tahunan di Gedung Putih hari Senin, Trump juga menepis kekhawatiran tentang apakah pengeboman situs sipil sama dengan kejahatan perang. 

img_title Arab Saudi Sebut Iran Dalang di Balik Serangan Houthi

"Tahukah Anda apa itu kejahatan perang? Memiliki senjata nuklir," kata Trump. "Membiarkan negara yang sakit, dengan kepemimpinan yang gila, memiliki senjata nuklir — itu adalah kejahatan perang."

Juru Bicara PBB Stephanie Dujarric menyatakan bahwa serangan AS terhadap fasilitas sipil di Iran, seperti jembatan dan pembangkit listrik, akan melanggar hukum internasional.

Pada 30 Maret, Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan "meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya" semua pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan pabrik desalinasi Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Sementara pada Minggu, ia memperingatkan Iran tentang "Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan" pada 7 April kecuali jika Iran membuka kembali Selat tersebut untuk lalu lintas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amerika Serikat dan Israel melakukan agresi militer dengan menyerang sejumlah target di Iran pada 28 Februari, termasuk Kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Ilustrasi kapal di Selat Hormuz

Jika Perang Kembali Pecah, Garda Revolusi akan Targetkan Kabel Internet di Selat Hormuz

Target serangan baru Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) diungkap jika perang berlanjut yakni kabel-kabel internet bawah laut utama yang melintasi Selat Hormuz.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut