Warga Amerika Serikat MintaTrump Dimakzulkan

Presiden AS Donald Trump dalam Press Conference, Senin 6 April
Sumber :
  • Anadolu Agency

Kampanye militer di Iran membawa dampak politik yang cukup besar bagi Trump. Tingkat persetujuannya turun menjadi 39 persen pada awal April, dari sebelumnya 42 persen di akhir Februari sebelum perang dimulai. Sementara itu, 53 persen responden menyatakan tidak puas, menjadi angka terendah selama masa jabatan keduanya.

img_title Iran: Selat Hormuz Tidak Akan Dibuka Kembali Sampai AS Penuhi 7 Syarat Damai

Perbedaan sikap antar partai pun terlihat jelas. Sebanyak 84 persen pemilih Demokrat mendukung pemakzulan (dengan 78 persen sangat mendukung), sedangkan 81 persen pemilih Republik menolak (77 persen di antaranya sangat menolak). Pemilih independen cenderung mendukung pemakzulan dengan perbandingan 55 persen berbanding 34 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Realitas Politik di Kongres

img_title Trump Sebut Iran Bisa Makin Agresif Jelang Pemilu Paruh Waktu AS

Meski dukungan publik cukup besar, realitas politik di Capitol Hill berbeda. Untuk memakzulkan presiden, DPR hanya membutuhkan suara mayoritas sederhana yang saat ini tidak dimiliki Demokrat. Sementara itu, untuk menyatakan bersalah di Senat dibutuhkan dukungan dua pertiga anggota, sementara komposisinya masih didominasi Partai Republik. Saat ini, belum ada dukungan nyata untuk pencopotan dari kedua kubu.

Anggota DPR dari Texas, Al Green, yang dikenal sebagai salah satu pengkritik keras Trump, dua kali mencoba mendorong pemungutan suara pemakzulan tahun lalu, namun gagal. Pada Selasa, anggota DPR dari Connecticut, John Larson, mengumumkan telah mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Trump di tengah konflik Iran yang masih berlangsung.

img_title Trump: AS Kemungkinan Gabung Arab Saudi Lawan Houthi

Partai Republik saat ini menguasai kedua kamar Kongres, sehingga upaya pemakzulan dinilai sulit berhasil. Meski begitu, dorongan untuk mencopot Trump tetap berpotensi melemahkan posisinya di kalangan anggota Partai Republik. Partai Demokrat hanya membutuhkan tambahan beberapa kursi untuk merebut kendali DPR pada 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menguasai Senat memang lebih sulit, namun sejumlah senator Republik di daerah pemilihan yang kompetitif menghadapi tekanan, baik dari gerakan pemakzulan maupun dari ketidakpuasan pemilih terhadap perang di Iran.

“Donald Trump telah melampaui batas untuk tetap menjabat, dan situasinya semakin memburuk. Perang ilegalnya di Iran tidak hanya meningkatkan beban biaya bagi keluarga Amerika, tetapi juga telah merenggut nyawa warga. Ia semakin tidak stabil dari hari ke hari. Pernyataannya yang kasar dan kontroversial, termasuk ancaman bahwa ‘sebuah peradaban akan musnah’ dan ‘buka Selat itu atau kalian akan hidup dalam neraka’, bukan hanya mengarah pada potensi kejahatan perang, tetapi juga membahayakan keamanan kita,” John Larson dalam pernyataannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut