Pakistan jadi Penengah Iran dengan AS, Ini Alasannya!

Dubes Iran, Mohammad Boroujerdi
Sumber :
  • ANTARA/Nabil Ihsan

Jakarta, VIVA – Keputusan Iran untuk menerima Pakistan sebagai mediator dalam negosiasi damai dengan Amerika Serikat didasari itikad baik dan langkah konkret Pakistan mewujudkan gencatan senjata.

img_title Ledakan Terdengar di Iran saat Negosiasi dengan AS Berlangsung, Apa yang Terjadi di Selat Hormuz?

"Perdana Menteri Pakistan (Shehbaz Sharif) telah melakukan banyak usaha demi gencatan senjata di kawasan Teluk," kata Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi usai peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dubes Boroujerdi mengatakan bahwa dalam usahanya tersebut, PM Sharif secara intensif berdialog dengan pihak Iran dan meyakinkan Teheran agar menghentikan serangan dan kembali ke meja perundingan.

img_title Perang AS-Iran Masuk Bulan Kesembilan, Vance Ungkap Syarat Damai soal Nuklir

Di saat yang sama, PM Sharif berdialog dengan pihak Amerika dan membujuk mereka untuk bernegosiasi dengan Iran.

Dubes Boroujerdi menambahkan Pakistan tak lupa menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan damai antara AS dan Iran dalam upaya dialog yang dilakukannya.

img_title Trump Incar Target Baru di Iran, Mojtaba Khamenei Peringatkan AS Perang Bisa Lebih Panjang

Delegasi Iran: Menlu Iran dan Ketua Parlemen Iran tiba di Islamabad

Photo :
  • presstv.ir

"Pakistan berusaha meyakinkan kami serta lawan-lawan kami untuk kemudian bernegosiasi di Pakistan," ucapnya.

Oleh karena itu, Iran memutuskan menerima tawaran Pakistan sebagai mediator negosiasi damai dengan AS di tengah banyaknya negara atau tokoh dunia yang menawarkan diri menjadi penengah perundingan, termasuk Indonesia.

Seperti diketahui, delegasi AS dan Iran memulai pembicaraan "langsung" di Islamabad, Sabtu, untuk mencapai gencatan senjata permanen.

Perundingan tersebut berlangsung usai Pakistan berhasil membantu menjamin tercapainya gencatan senjata selama dua pekan antara Iran dan AS, menurut laporan Kantor Berita Anadolu.

Pertemuan digelar di lokasi militer dengan pengamanan ketat dan di bawah kendali tentara Pakistan. Perundingan tersebut berpeluang berlangsung lebih dari satu hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun delegasi Iran untuk perundingan antara lain Ketua Parlemen Mohammad-Bagher Ghalibaf, Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.

Sementara itu, delegasi AS terdiri atas Wakil Presiden J. D. Vance, utusan khusus Steve Witkoff, menantu Donald Trump yaitu Jared Kushner, serta perwakilan dari Deplu, Pentagon, dan Dewan Keamanan Nasional AS. (ant)

Presiden AS Donald Trump.

Iran-AS Belum Resmi Berdamai, Harga Minyak Dunia Sehari Jatuh Terendah Dalam Tiga Bulan Terakhir

Sehari jelang Pemilu Sela Amerika Serikat pada 4 November kabar baik sudah berhembus. Harga minyak dunia serempak turun dalam sehari terakhir ke tingkat harga terendah

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut