AS Ancam Sanksi Sekunder untuk Pendukung Iran

Pemandangan di Selat Hormuz, Iran.
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, VIVA – Departemen Keuangan Amerika Serikat mengeluarkan peringatan luas kepada seluruh lembaga keuangan global bahwa pihaknya siap menjatuhkan sanksi sekunder terhadap entitas yang dinilai mendukung aktivitas Iran.

img_title Pejabat Militer Israel Ketar Ketir, Donald Trump Tiba Tiba Hentikan Bantuan Militer pada Tel Aviv

Ancaman itu disampaikan di tengah kebuntuan perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Departemen tersebut menyatakan akan “bergerak agresif dengan tekanan ekonomi maksimal” guna mempertahankan kebijakan tekanan terhadap Iran.

img_title Donald Trump Disebut Bakal Tak Berkutik, Rakyat AS Datangi TPS Salurkan Suara untuk Pemilu Sela

“Lembaga keuangan harus menyadari bahwa Departemen Keuangan AS akan memanfaatkan seluruh instrumen dan kewenangan yang tersedia serta siap menjatuhkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang terus mendukung aktivitas Iran,” demikian pernyataan yang diunggah melalui platform X, dikutip Rabu, 15 April 2026.

Departemen itu juga menegaskan bahwa izin jangka pendek untuk penjualan minyak Iran yang tertahan di laut akan segera berakhir dalam beberapa hari ke depan dan tidak akan diperpanjang.

img_title Iran-AS Belum Resmi Berdamai, Harga Minyak Dunia Sehari Jatuh Terendah Dalam Tiga Bulan Terakhir

Kebijakan itu merujuk pada pengecualian sementara selama 30 hari yang diterbitkan pada 20 Maret, yang memungkinkan penjualan minyak Iran yang telah berada di laut, dengan estimasi volume sekitar 140 juta barel.

Langkah tersebut diambil untuk meredam lonjakan harga energi global yang dipicu oleh perang AS-Israel terhadap Iran.

Perang tersebut, serta respons Iran yang menutup Selat Hormuz dan menargetkan infrastruktur energi di wilayah sekutu Arab Teluk AS, memicu lonjakan tajam harga energi, terutama minyak.

Pengecualian tersebut dijadwalkan berakhir pada 19 April.

Perundingan langsung intensif antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung maraton berakhir pada akhir pekan lalu tanpa kesepakatan untuk mengakhiri konflik secara permanen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya pada Selasa, Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan diperkirakan akan dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan, meskipun belum ada pengumuman resmi. (Ant)

Sumber: Anadolu

Trump menfasilitasi komunikasi PM Israel Netanyahu dengan Emir Qatar

Trump Umumkan Setop Bantuan Militer untuk Israel, Posisi Netanyahu Makin Terancam?

Donald Trump mengumumkan penghentian bantuan tahunan US$3,8 miliar untuk Israel. Keputusan ini memicu kritik oposisi dan memunculkan pertanyaan soal hubungan kedua negara

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut