BRICS Ingin Sekjen PBB DIjabat oleh Perempuan

Presiden RI Prabowo Subianto dan pemimpin negara lain saat menghadiri KTT BRICS 2025 (sumber foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

Jakarta, VIVA – Menteri luar negeri negara-negara BRICS mendorong adanya peningkatan peran perempuan di organisasi internasional. Salah satunya menyoroti belum pernah adanya perempuan yang menjabat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

img_title PBB hingga PPP Gugat UU Pemilu ke MK, Ada Dua Pasal yang Disorot Jelang 2029

“Dalam proses pemilihan Sekjen PBB berikutnya, para menteri mencatat hanya satu warga Amerika Latin dan Karibia yang pernah menduduki posisi itu, serta belum pernah ada perempuan terpilih,” demikian isi pernyataan yang dirilis Jumat usai KTT di New Delhi. dikutip dari Sputnik, Sabtu, 16 Mei 2026,

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para diplomat utama BRICS juga menyerukan representasi geografis yang adil di Sekretariat PBB dan organisasi internasional lain, serta peningkatan peran perempuan, terutama dari negara berkembang, pada seluruh tingkat kepemimpinan.

img_title Prabowo Bertemu Sekjen PBB António Guterres di Hambalang, Bahas Palestina hingga Perdamaian Dunia

BRICS merupakan kelompok antarpemerintah yang dibentuk pada 2006 oleh Rusia, China, India, dan Brasil, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2011. 

Lima negara tambahan bergabung dengan BRICS pada awal tahun 2024, yaitu Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Lalu, Indonesia menjadi anggota ke-11 yang bergabung ke BRICS pada tahun 2025. Tahun ini, India memegang keketuaan BRICS. (Ant)

img_title Sekjen PBB António Guterres ke Indonesia, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta dan Sekitarnya
Ilustrasi AI

PBB Peringatkan Bahaya AI, Soroti Ancaman yang Bisa Berdampak ke Indonesia

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa peluang besar bagi kemajuan manusia. Namun di balik pesatnya inovasi itu, PBB ingatkan ancaman.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut