Panglima Brigade al-Qassam Hamas Izz al-Din al-Haddad Tewas Dibom Israel

Pasukan Khusus Hamas Brigade Izzuddin al-Qassam
Sumber :

VIVA – Komandan sayap militer kelompok Palestina Hamas, Izz al-Din al-Haddad, tewas dalam serangan Israel pada Jumat malam, menurut sumber-sumber lokal.

img_title Tujuh Warga Palestina Tewas dan 31 Luka Akibat Serangan Israel Sehari Terakhir di Gaza

Serangan itu juga menewaskan istri dan putrinya, tambah sumber tersebut, seraya mencatat bahwa pemakaman mereka diadakan di Kota Gaza. Berbicara kepada wartawan, saudara perempuan al-Haddad juga mengkonfirmasi kematiannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Hamas juga mengkonfirmasi kematian al-Haddad pada hari Sabtu. Juru bicara kelompok tersebut, Hazem Qassem, mengatakan dalam pernyataan yang direkam bahwa gerakan tersebut berduka atas "salah satu pejuang terbesar rakyat Palestina, panglima tertinggi Brigade Izz ad-Din al-Qassam, Izz al-Din al-Haddad (Abu Suhaib), setelah perjalanan panjang perjuangan dan konfrontasi melawan pendudukan."

img_title Pemukim Zionis Israel Coba Bakar Masjid Nur al-Din Zanki dan Coret-coret Slogan Rasis

Al-Haddad "bergabung dengan para pemimpin dan simbol yang gugur dari revolusi Palestina kontemporer," tambahnya, menekankan bahwa "jalan gerakan akan terus berlanjut meskipun kehilangan besar ini, didorong oleh harapan akan kemenangan."

Dalam pernyataan terpisah, Hamas mengatakan bahwa "kejahatan ini menempatkan komunitas internasional dan negara-negara mediator perjanjian di hadapan tanggung jawab politik, hukum, dan moral mereka untuk bertindak dan memaksa pemerintah pendudukan (Israel) untuk sepenuhnya mematuhi ketentuan perjanjian dan menghentikan kejahatannya terhadap warga sipil."

img_title Lebanon Selatan Bukan Zona Penyangga Zionis Israel

Hamas menganggap pembunuhan Haddad sebagai "cerminan upaya untuk memaksakan realitas politik dan lapangan yang gagal dicapai Israel dengan kekerasan, melalui kebijakan pembunuhan dan pemberian tekanan pada kepemimpinan perlawanan dan memengaruhi posisi politiknya."

Ditambahkan bahwa al-Haddad adalah "pilar gerakan perlawanan di Jalur Gaza."

Ia telah kehilangan dua putranya, Suhaib dan Mu'min, dan menantunya, Mahmoud Abu Hasira, selama perang melawan Israel, demikian pernyataan tersebut mencatat.

Sebelumnya, tentara Israel mengklaim telah membunuh Izz al-Din al-Haddad dalam serangan di Kota Gaza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkembangan ini terjadi ketika tentara Israel terus melakukan pelanggaran harian terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza yang mulai berlaku pada Oktober 2025.

Gencatan senjata tersebut terjadi setelah perang genosida selama dua tahun yang dilancarkan Tel Aviv yang menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai lebih dari 172.000 lainnya.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric

Gaza Menderita, Tepi Barat Membara: PBB Kecam Israel

PBB mengecam pembunuhan terhadap dua warga sipil Palestina di Tepi Barat, sekaligus menyoroti memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza. Keduanya dilakukan oleh Israel.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut