Selain Pemulihan Hak, Iran Tegaskan Tak Minta Konsesi Apapun dari AS

Ilustrasi Bendera Iran
Sumber :
  • Reuters

Jakarta, VIVA – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei pada Jumat menyatakan, pihaknya tidak mencari “konsesi apa pun” dari Amerika Serikat (AS).

img_title Bocornya Informasi soal AS Kekurangan Amunisi dalam Perang Iran Bikin 50 Staf Pentagon Diperiksa

Dia menegaskan bahwa Teheran hanya menginginkan hak-haknya dipulihkan, serta pencabutan sanksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat, kami hanya menuntut hak-hak kami,” kata Esmaeil sebagaimana dikutip dari Tasnim, Sabtu, 23 Mei 2026.

img_title Trump Ancam Bikin AS Defisit Perdagangan Jika The Fed Tak Pangkas Suku Bunga

Presiden AS, Donald Trump

Photo :
  • REUTERS/Evan Vucci/File Photo

Baghaei mengatakan, Iran menuntut “penghentian tindakan kriminal Amerika terhadap rakyat Iran.”

img_title Iran Makin Berani Lawan AS, Bertekad Lanjutkan Konflik!

“Sanksi harus dicabut, aset Iran yang dibekukan harus dibebaskan dan tersedia bagi negara,” ujarnya.

Selama lima dekade terakhir, Baghei menegaskan bahwa pemerintah Iran telah menghadapi apa yang AS sebut sebagai ‘sanksi yang melumpuhkan’.

Dia menyebut, sanksi tersebut dijatuhkan dengan berbagai alasan, terutama terkait apa yang disebut Washington sebagai ancaman nuklir Iran.

“Tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap pihak mana pun di kawasan maupun dunia,” ujarnya.

Baghaei juga menyinggung perkembangan terkait Selat Hormuz, dengan mengkritik blokade angkatan laut Amerika Serikat sebagai tindakan yang “sepenuhnya bertentangan dengan hukum internasional.”

Dia pun meminta Washington mengambil langkah untuk mengakhiri blokade tersebut.

Ketegangan kawasan tetap tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke Israel serta sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Presiden AS, Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, sambil tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran melalui jalur perairan strategis tersebut. (Ant).

Presiden AS Donald Trump

Trump Pede Jalur Pipa Minyak Suriah Bakal Gantikan Peran Krusial Selat Hormuz

Trump mengatakan, peran Selat Hormuz akan berkurang di masa depan, seiring beroperasinya jaringan pipa baru & jalur alternatif pengangkutan minyak lainnya di Timur Tengah

img_title
VIVA.co.id
6 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut