Data 510 Ribu Pasien-Staf RS di Hokkaido Diduga Bocor, Dijual Secara Daring

Ilustrasi kebocoran data.
Sumber :
  • Pixabay/blickpixel

Tokyo, VIVA – Dua rumah sakit di Hokkaido, pulau paling utara di Jepang, menyatakan sekitar informasi terkait 186.000 pasien telah terkonfirmasi berada dalam hard disk yang dijual secara daring.

img_title Bakal Jajal Jepang dan Thailand, Ini Komentar Kurniawan Soal Peluang Timnas di Ajang Piala Asia 2027

Jumlah orang yang berpotensi terdampak kebocoran data tersebut diperkirakan mencapai 510.000 orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah cakram keras tersebut berisi data pasien dan staf rumah sakit, menurut Hokkaido Medical Center dan Hokkaido Cancer Center.

img_title Penipuan Digital Makin Marak, Ini Cara Mudah Melindungi Identitas dan Data Pribadi

Belum ada laporan mengenai penggunaan data secara ilegal maupun terkait kerusakan sekunder.

Dua rumah sakit di Kota Sapporo itu, yang merupakan bagian dari jaringan Organisasi Rumah Sakit Nasional, telah memiliki kontrak kerja sama dengan Reprowork Co., sebuah perusahaan pengelola limbah di Kota Ishikari, untuk membuang cakram-cakram tersebut.

img_title Data 5,7 Juta Akun Fore Coffee Bocor, Manajemen: Investigasi Tengah Berlangsung!

Namun, kedua RS itu menyatakan bahwa Reprowork Co. kemungkinan telah menyerahkannya kepada perusahaan daur ulang tanpa memastikan bahwa cakram tersebut telah dimusnahkan.

Organisasi RS Nasional Jepang, yang menurut situs webnya mengelola 140 rumah sakit di seluruh negeri, telah membuat laporan pidana ke kepolisian terhadap perusahaan pengelola limbah tersebut pada Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Organisasi RS Nasional Jepang menerima informasi antara bulan Juni dan Agustus 2025 lalu dari dua orang yang telah membeli hard disk tersebut dalam sebuah lelang, di mana pembeli itu mengatakan bahwa hard disk itu berisi data yang tampaknya milik pusat-pusat kesehatan tersebut.

Dari 90 hard disk serupa, yang disita oleh pusat-pusat kesehatan tersebut, 33 di antaranya berisi informasi mencakup nama pasien, tanggal lahir, dan riwayat medis. (Ant)

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional TPAKD di Jiexpo, Jakarta,

Presiden Prabowo Tekankan Kedaulatan Data sebagai Fondasi Keutuhan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menerima Tim Gabungan Perumus Undang-Undang Satu Data Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 29 Oktober 2026.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut